Jambiline.com, Jambi – Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) yang terjadi di Provinsi Jambi beberapa bulan terakhir ini menyebabkan musibah kabut asap.

Bahkan, akibat kabut asap tersebut sebanyak 11.251 warga Kota Jambi terserang penyakit Infeksi saluran pernapasan Akut (ISPA).

Kepala bagian Humas Pemerintah Kota Jambi Abu Bakar menyebutkan, menurut data yang diterima dari Dinas kesehatan Kota Jambi ada sebanyak 11.251 orang terkena ISPA.

“Pada bulan Juni, terdata sebanyak 7.142 kasus Ispa, bulan Juli sebanyak 9.316 kasus dan agustus sampai 10 September 2019 terdata sudah mencapai 11.251 kasus warga Kota Jambi terserang ISPA,” katanya, Selasa (10/9/19).

Sebelumnya, Pemerintah Kota Jambi telah mengeluarkan Maklumat Walikota Jambi, Nomor: 180/179 /HKU/2019, Tentang Antisipasi Dampak Kabut Asap. Berdasarkan data Air Qualiity Monitoring System (AQMS) Dinas Lingkungan Hidup Daerah (DLHD) Kota Jambi, bahwa kecenderungan kondisi kualitas udara akhir-akhir ini berfluktuasi atas nilai Particulate Matter (PM2.5) atau partikel debu di udara pada kategori TIDAK SEHAT hingga BERBAHAYA.

Pemkot juga mengimbau agar masyarakat mengurangi aktifitas diluar ruangan, namun jika harus melakukan aktifitas di luar ruangan, diharapkan dapat menggunakan masker.

Selain itu, berdasarkan hasil koordinasi Dinas Lingkungan Hidup Daerah Kota Jambi, Dinas Kesehatan Kota Jambi dan Dinas Pendidikan Kota Jambi, maka guna melindungi siswa sekolah dari dampak kabut asap, mulai tanggal 10 September 2019, agar melaksakan kebijakan sebagai berikut :

1. Untuk TK/PAUD ditambah Liburnya dari 3 hari menjadi 5 hari (Senin sampai dengan Jumat).

2. Untuk SDN/Swasta/Sederajat kelas 1, 2, 3 dan 4, ditambah liburnya dari 2 hari menjadi 3 hari (Senin sampai dengan Rabu).

3. Untuk Siswa SDN/Swasta/Sederajat kelas 5 dan 6 serta Siswa SMPN/Swasta/Sederajat kelasa 7, 8 dan 9 diliburkan selama 2 hari (Selasa dan Rabu)

5. Bagi Kepsek, Guru, TU, dan lainnya, tetap masuk kerja seperti biasa.

6. Selama libur, guru tetap memberikan tugas kepada siswanya agar siswa tetap belajar dirumah masing-masing.

Setelah waktu libur yang ditetapkan, KBM (Kegiatan Belajar Mengajar), berjalan sebagaimana biasanya sambil menunggu keputusan berikutnya. (Tri)

Komentar Akun Facebook