Jambiline.com, Muarojambi – Pemerintah pusat kembali menggelontorkan program bedah rumah ke Kabupaten Muarojambi melalui Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS). Sasaran bedah rumah untuk tahun ini sebanyak 700 unit rumah warga miskin tersebut akan diperbaiki menjadi rumah yang layak huni.

“Program BSPS yang didapat Muarojambi tahun ini meningkat drastis,  angka bantuannya malah yang tertinggi di Provinsi Jambi, ” kata Riduwan, selaku Kadis Perkim Muaro Jambi,  Kamis (17/1/19).

Pada 2017 lalu, jumlah perbaikan rumah tidak layak huni melalui program BSPS mencapai 238 unit. Angka bantuan kemudian mengalami peningkatan pada 2018 menjadi 430 unit.

“Sekarang naik lagi menjadi 700 unit. Itupun masih sedang diupayakan agar ditambah.  Sekarang lagi kita usulkan penambahan sebanyak 400 unit lagi.  Mudah mudahan dikabulkan,” ujar Riduwan.

Program BSPS ini murni dilaksanakan pemerintah pusat melalui Kementrian PU-PR dengan sumber pembiayaan dari APBN. Peran pemerintah Daerah mengusulkan bantuan berdasarkan data usulan dari masing masing Kepala Desa, Dinas Sosial dan BPS.

“Yang melaksanakan pusat, kita hanya sebatas Koordinasi,” katanya.

Terdapat dua kategori bantuan untuk rumah tidak layak huni. Yaitu, kategori Pembangunan baru (PB) dan kategori peningkatan (strategis).

“Untuk nomimal biaya peningkatan sebesar Rp15 juta dan untuk PB Rp30 juta ditambah upah tukang sebesar Rp5 juta,” ungkapnya.

Untuk perbaikan kategori pembangunan baru, kerusakannya di atas 90 persen. Sementara untuk peningkatan kualitas biasanya yang rusak sedang atau rusak ringan.

“Sasaran program ini sebenarnya bukan masyarakat miskin, tapi masyarakat berpenghasilan rendah,” jelasnya.

Program BSPS di Kabupaten Muaro Jambi menyebar di 8 Kecamatan. Sementara untuk Kecamatan Sungai Bahar,  Bahar Utara dan Bahar Selatan belum pernah dapat sama sekali.  “Dari 11 kecamatan, baru 8 kecamatan yang sudah mendapat program ini, yang Tiga kecamatan lagi belum pernah dapat,” tutupnya. (Nda)

Komentar Akun Facebook