Antisipasi Jajanan Anak Mengandung Narkoba, Disperindagkop Batanghari Akan Lakukan Ini

Jambiline.com, Batanghari – Berbagai cara bisa dilakukan oleh para pengedar narkoba untuk memperbanyak jumlah korbannya. Peredaran narkoba bisa saja berkembang, baik dari pergaulan maupun dari makanan ringan sekalipun. Saat ini saja, disinyalir sudah ada makanan ringan seperti jajanan anak-anak yang mengandung narkoba. Seperti misalnya, permen dan makanan ringan lainnya.

Untuk mengantisipasi hal tersebut, Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Batanghari, mengharapkan agar pihak Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop) Batanghari dapat bekerjasama dan meningkatkan pengawasan terhadap produk makanan yang dijual di mini market maupun warung-warung kecil lainnya.

Peredaran narkoba banyak terjadi pada kalangan anak sekolah bahkan para pekerja di perusahaan. Melalui rapat kerja program pemberdayaan masyarakat anti narkoba bersama dunia usaha dan swasta, di ruang pola kecil Kantor Bupati Batanghari Kamis (27/4), Kabid Perdagangan dan Perindustrian Batanghari Suparno SP, mengatakan. Dalam waktu dekat ini, Disperindagkop akan melakukan pengawasan dan penelitian terhadap semua produk makanan ringan yang dijual di pasaran.

“Berbagai cara mereka lakukan untuk menyebar luaskan peredaran narkoba, salah satunya melalui makanan ringan. Kami akan melakukan pengawasan dan penelitian yang meliputi standar mutu barang. Dengan cara tersebut, peredaran narkoba melalui makanan ringan bisa kita kendalikan,”kata Suparno.

Lebih lanjut Ia mengatakan, untuk pengujian barang atau produk yang beredar di pasaran, dilakukan dengan cara penelitian atau survei. “Pengujian barang yang beredar dilalakukan melalui uji laboratorium yang telah diakreditasi sesuai dengan pertuaran perundang-undangan yang berlaku. Dari hasil pengawasan itu akan menjadi bahan untuk diuji dan diteliti, apakah mengandung narkoba atau tidak,”ungkap Suparno.

Sementara itu Sudarwansyah, S.Pdi sebagai penyidik pemberantasan BNNK Batanghari mengatakan, bahwa peran dunia usaha membuat kebijakan yang membangun kondisi tempat kerja bersih dari penyalahgunaan narkoba. Selain itu menjalin komunikasi dengan pihak terkait. Dengan ini, pemerintah daerah Kabupaten Batanghari telah menetapkan perda No 21 tahun 2016, tentang pencegahan dan penanggulangan serta pemberdayaan masyarakat terhadap penyalahgunaan narkoba.

“Apalagi dari kalangan pekerja di perusahaan, saya yakin narkoba banyak beredar di sana. Karena menurut informasinya, pekerja menggunakan narkoba dengan alasan sebagai doping. Untuk pembuktiannya masih sulit. Masalahnya, perusahaan enggan memberikan keterangan, karena mereka takut nama baik perusahaan tercemar,” kata Sudarwansyah.(RAS)

Komentar Akun Facebook

Berita Terkait