Jambiline.com, Muarojambi – Badan Pengawasan Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Muarojambi, ajak partisifasi Masyarakat dalam melakukan pengawasan Pemilihan Umum (Pemilu) tahun 2019 medatang agar terbebas dari segala bentuk pelanggaran dan mani politik.

Ketua Bawaslu Muaro Jambi, M.Yusuf mengatakan, memang secara legalitas pengawasan pemilu itu ada pada bawaslu, akan tetapi secara hakikatnya pengawasan pemilu ini harus ada peran serta dari Masyarakat.

“Kualitas pemilu yang akan dilaksanakan pada tahun 2019 adalah sejauh mana tingkat partisipasi masyarakat baik dalam hal antriannya maupun ikut dalam menggunakan hak pilihnya,” katanya pada kegiatan pemgembangan pengawasan pemilu partisifatif dalam rangka mengajak peran serta masyarakat dalam mengawasi pemilu tahun 2019, Rabu (21/11/18).

Ia juga menyampaikan bahwa kondisi penyelewengan keuangan negara dalam penyelenggaraan pemerintahan sangat erat kaitannya dengan Pileg dan Pilpres, karena keduanya punya hubungan sebab akibat dan bersentuhan langsung.

”Apabila masyarakat melakukan hal tersebut maka ada UU No.7 tahun 2017 tentang pemilu ada unsur pidananya, jadi hal itu harus kita cegah jangan sampai maayarakat bersangkut dengan hukum, yang kita harus berprinsip walaupun tantangannya berat tapi ini kita harus bersama-sama punya keyakinan, sama-sama melangkah bagaimana mencegahnya,” sebutnya.

Dilanjutkannya, Pemilu 2019 berbeda dengan pemilu sebelumnya meskipun sistemnya hampir sama. Pemilu sebelumnya dilakukan secara berjenjang, sekarang ini pemilu legislatif yang terdiri dari anggota DPR, DPD, DPRD provinsi, dan anggota DPRD kota dilaksanakan serentak dengan pemilu presiden dan wakil presiden, dan hal ini baru pertama kalinya di Indonesia.

“Nantinya waktu pencoblosan setiap pemilih akan diberikan 5 jenis kertas surat suara yang harus dicoblos. Maka dengan itu tim penyelenggaraan wajib melakukan sosialisasinya,” terangnya.

Dari itu, agar masyarakat tidak terjebak dengan yang namanya many politik pada pemilu 2019 nanti, ia kembalikan pada prinsif keagama’an.

“Intinya adalah kita semua harus yakin sebagai orang yang beragama, dimana salah satu ayat mengandung arti bahwa laknat bagi orang yang menyogok dan disogok,” pungkasnya. (Nda)

Komentar Akun Facebook