Berusaha Kabur, Perampok Nasabah Bank BRI Dihadiahi Timah Panas

Jambiline.com, Muarojambi  – Satu dari lima orang palaku perampokan uang nasabah bank BRI sebesar Rp200 juta di Jalan lintas Timur Jambi Palembang, Desa Nagasari, Kecamatan Mestong, Kabupaten Muarojambi pada Agustus  tahun 2017 silam. Pelaku diberi hadiah oleh petugas timah panas, karena saat dilakukan penangkapan pelaku berusaha kabur.

Pelaku bernama Sutrisno warga asal Provinsi Bengkulu. Pelaku dibekuk ditempat tinggalnya di Bengkulu Rabu (19/9/18) kemaren. Selain mengamankan pelaku petugas juga berhasil mengamankan beberapa barang bukti, seperti Satu unit sepeda motor, Kipas angin, televisi, dan kompor gas beserta tabung gas 3 Kilogram, diduga barang-barang tersebut dibeli hasil rampokan.

Kapolres Muarojambi AKBP Mardiono, mengatakan korban dari perampokan ini adalah dua orang wanita. Korban membawa uang Rp200 juta dari Bank BRI, menggunakan sepeda motor untuk pinjaman PNPM kepada warga Desa Sungai Landai, Kecamatan Mestong, Muarojambi.

“Kedua korban yakni, Jumiati (29) Bendahara PNPM Mandiri warga Kecamatan Mestong, Kelurahan Tempino dan Paryati (29) Kasi Pemerintahan Desa Suka Damai RT 03, Kecamatan Mestong, Muarojambi,” jelas Kapolres, Jumat (28/9/18).

Kapolres menjelaskan, mulanya para pelaku dalam menjalankan aksinya adalah, mengamati target dan berpura-pura mengambil uang di ATM Bank BRI Tempino, kemudian setelah mereka mendapatkan dan melihat target menarik uang dalam jumlah besar, lansung menghubungi pelaku lainnya untuk mengikuti korban dengan menggunakan speda motor, kemudian mengapit korban dan memepet korban hingga terjatuh, dan langsung merampas tas milik korban yang berisikan uang.

“Yang mencari target di Bank dan yang melakukan pemantauan kondisi aman tidaknya aksi mereka adalah pelaku Sutrisno yang sudah berhasil kita amankan, sedangkan ke empat pelaku lainnya, David sebagai otak pelaku yang juga sudah diamankan di daerah Pekan Baru dalam perkara lain. Apri, Dayat dan Edo Iswanto yang masih buronan hingga saat ini bertugas mengikuti korban kemudian memepet korban hingga terjatuh dari sepeda motornya dan langsung merampas tas milik korban dengan menodongkan senpi kepada korban,” jelasnya.

Sementara, untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya pelaku Sutrisno, dijerat dengan pasal 365 ayat 1 dan 2 mengenai tindakan pencurian disertai dengan tindakan kekerasan dengan acaman hukuman diatas 5 tahun dan maksimal 15 tahun kurungan penjara,

“Sedangkan untuk 3 orang pelaku lain yang belum ketangkap masih terus dilakukan pengembangan dan pencarian terus.” pungkasnya. (Nda)

Komentar Akun Facebook