Jambiline.com, Batanghari – Proses penyidikan terhadap pihak-pihak yang terlibat dalam postingan foto tunjuk satu jari yang dilakukan oleh ASN, Pedamping Desa beserta pihak lainnya pada kegiatan bursa inovasi desa pada tanggal 26 September lalu yang dilakukan bersama salah satu Caleg Dari Partai Golkar Yuninta Asmara masih trus bergulir di Bawaslu Batanghari.

Diduga foto yang dilakukan bersama tersebut melanggar Perbawaslu Nomor 6 Tahun 2018 tentang netralitas ASN, TNI dan Polri pada Pemilu 2018.

Hal tersebut dibenarkan oleh Ketua Bawaslu Batanghari, Indra Tritusian saat dikonfirmasi oleh awak media, Selasa (16/10/2018).

“Iya, sesuai jadwal kita telah melakukan panggilan terhadap panitia bursa inovasi desa,” ungkap Ketua Bawaslu, Indra Tritusian.

Dikatakannya, pemanggilan terhadap panitia bursa inovasi desa tersebut, diantaranya Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) dan Tenaga Ahli (TA) Pemberdayaan Masayarakat atau pedamping desa sudah dilakukan.

“Pemanggilan tersebut masih tahap klarifikasi terkait postingan foto tunjuk satu jari tersebut,” ujarnya.

Dikatakannya pula, panggilan yang tersebut masih sebatas pemeriksaan dan sebatas tahap klarifikasi.

“Masih sebatas pemeriksaan. Intinya kita masih terus mendalami hal tersebut,” ungkapnya.

Lanjutnya, dirinya mengatakan pihaknya akan kembali melakukan panggilan terhadap Sekda Batanghari Bachtiar dan Yuninta Asrama.

“Sesuai surat yang kita kirim, untuk Jadwal pemanggilan Yuninta pada pukul 09.00 Wib dan Sekda pada pukul 14.00 Wib,” pungkasnya. (Fer)

Komentar Akun Facebook