Jambiline.com, Jambi – Ditrektorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrisus) Polda Jambi membentuk Tim Khsusus untuk mengungkap keterlibatan pihak lain dalam kasus pembekingan illegal driling yang melibatkan Bripka Eko Sudarsono alias Eko Rondo.

Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirreskrimsus) Polda Jambi, Kombes Pol M Edi Faryadi mengatakan, tim khsusus telah dibentuk untuk  memproses serta menindak pemilik tanah, alat dan kendaraan yang dijadikan fasilitas dalam aktivitas illegal drilling.

“Kita sudah bentuk tim khsusus untuk mendalami pihak pihak lain,”kata Edi, Senin (13/1/2020).

Selain itu, Edi menegaskan pihaknya juga sudah melakukan pemeriksaan saksi dan berkoordinasi dengan ASDM dan BP Migas untuk saksi ahli.

“Olah TKP Sudah, saksi sudah puluhan kita hadirkan kasusnya sekarang sedang pemberkasan,” imbuhnya.

Untuk diketahui Eko Sudarsono ditangkap bersama dengan Heriyadi (43) warga RT 13 Desa Pompa Air, Kecamatan Bajubang, Kabupaten Batanghari dan Anshar Sofwan warga RG.01 Desa Ladang Peris, Kecamatan Bajubang, Kabupaten Batanghari.

Mereka ditangkap saat usai melakukan pesta sabu di Dusun Simpang Jambi RT. 01 Desa Ladang Peris Kecamatan Bajubang Kabupaten Batanghari pada Jumat (27/12/2019) bersama barang bukti sabu, senpi, mobil serta sajam.

Tersangka tersebut sebelum ditangkap sempat bersembunyi  di rumah  Irsanto alias Pesek yang berada di Desa Ladang Peris, Kecamatan Bajubang Kabupaten Batanghari.

Selanjutnya tim bergerak cepat dan melakukan pengejaran dan pengepungan di rumah Irsanto, pada saat dilakukan penangkapan, Eko sempat berupaya melawan dan berupaya melarikan diri, dengan keadaan mendesak tim gabungan melakukan tindakan kepolisian secara terukur dengan cara menembak kaki sebelah kanan tersangka, alhasil tersangka berhasil ditangkap dan dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Jambi untuk mendapatkan perawatan medis. (JL)

Komentar Akun Facebook