Jambiline.com, Jambi – Unit Reskrim Polsek Pasar Jambi hingga saat ini terus melakukan pengejaran terhadap dua pelaku yang melakukan aksi perampokan pecah kaca dan mengambil uang sekitar Rp 220 Juta dikawasan Klenteng Siuw San Teng beberapa waktu lalu.

Polisi telah berhasil mengamabkan salah satu tersangka yakni Bobi Handoko (51) warga Jalan Juanda RT 31 Kelurahan Simpang III Sipin Kecamatan Kota Baru Jambi, dan kini dirinya mendekam di jeruji besi polsek pasar.

Kapolsek Pasar AKP Indar Wahyu Dwi Setiawan saat dikonfirmasi mengatakan, saat ini Unit Reskrim masih melakukan pengejaran terhadap dua pelaku yang diduga dari komplotan Bobi Handoko, masih proses terhadap kedua pelaku tersebut.

“Ya, secepatnya akan kita tangkap dan identitas pelaku sudah kita kantongin, untuk berkas Bobi kita sudah kumpulkan alat bukti dan dalam waktu dekat ini berkasnya akan segera tahap 1,” jelasnya. Kamis (26/3/2020).

Diberitakan sebelumnya, pada hari Rabu (11/3) kemarin, sekitar pukul 10.30 wib di Klenteng Siuw San Teng yang berada di kawasan Kampung Manggis, Kecamatan Pasar Jambi.

Bahwa pelaku saat melakukan aksi perampokan pecah kaca mobil bersama dengan 2 rekannya yang saat ini masi DPO. Ternyata 3 pelaku ini memiliki peran yang berbeda, pelaku yang amankan ini perannya sebagai pengintai situasi dengan menggunakan mobil Avanza warna Silver Nomor Polisi B 1625 USD dan yang 2 pelaku perannya sebagai pemecah kaca dan mengambil uang korban menggunakan sepeda motor Megapro.

Ketiga pelaku tersebut bisa di katakan merupakan jaringan komplotan perampokan pecah kaca mobil antar Provinsi. Dua pelaku yang DPO ini warga Sumatera Selatan, mereka ke Jambi hanya untuk melakukan aksi perampokan dan setelah berhasil mereka langsung pulang lagi ke Sumatera Selatan.

Saat melakukan aksinya ketiga pelaku tersebut berhasil membawa uang korban berjumlah Rp 220 juta dan uang hasil perampokan tersebut di bagi 3 oleh pelaku. pelaku Bobi ini mendapatkan jatah bagian uang dari hasil perampokan sebesar Rp 70 juta, dan sisanya di bagi 2 oleh pelaku yang masi DPO.

Atas perbuatan yang telah dilakukan pelaku, ia dijerat dengan pasal 363 KUHP ayat 1 ke 4 dan 5 dengan ancaman maksimal 7 tahun penjara. (JL)

Komentar Akun Facebook