Cepak Kapung, Kue Khas Jambi Ini Mulai Kembali Naik Daun

Jambiline.com, Batanghari – Kue yang satu ini benar-benar sangat menggugah selera. Teksturnya yang empuk dan gurih serta lumer di mulut membuat kian diburu oleh penggemarnya.

Kue ini berasal dari Desa Terusan, Kabupaten Batanghari. Sebutan kue ini adalah Cepak Kapung. Memang secara luas masyarakat Jambi sendiri belum begitu banyak mengetahuinya akan kue ini, namun jika sudah tercicipi pasti akan terus penasaran dengan cita rasanya yang begitu lezat.

Hanya orang-orang tertentu yang bisa membuat kue ini. Binga Hazima, adalah satu-satunya warga Terusan yang bisa membuat kue ini.

“Pribahasa nenek moyang dulu mengibaratkan kue ini wadahnya seperti akhlak manusia dan isinya seperti ilmu. Jika wadahnya tidak bagus pasti akan bocor jadi dinamakanlah kue ini Cepak Kapung,” jelas nenek 69 tahun ini.

Kue yang terbuat dari tepung ketan ini diolah seperti mangkuk kecil, dibuat secara manual oleh jari-jari telaten Binga Hazima tanpa peralatan cetakan kue.

Dipadukan dengan gula merah aren murni, telur dan santan kelapa yang segar pada isinya membuat kue ini memiliki cita rasa yang istimewa.

Beberapa warga setempat sempat mencoba membuat Cepak Kapung, akan tetapi kebanyakan dari mereka kesulitan dalam membuat penampung isinya yang menyerupai bentuk mangkuk kecil.

“Sebenarnya tidak sulit jika adonan tepung ketannya pas. Dan dibentuk dengan ukuran yang pas tidak terlalu tebal dan tidak terlalu tipis,” katanya.

Binga Hazimah menambahkan, kebanyakan orang gagal dalam membuat wadahnya yang sering bocor ketika dipadukan dengan isi kue tersebut.

Menurut Binga, akan lebih nikmat memakan kue Cepak Kapung jika dimasukkan ke dalam lemari pendingin. “Kue ini hanya tahan dalam satu hari saja, jadi harus dihabiskan,” ungkapnya

Dengan rasanya yang lezat Kue cepak Kapung kini mulai banyak diminati masyarakat. Warga meyakini, bahwa kue yang legendaris ini tidak ada di Provinsi lain.(RAS)

Komentar Akun Facebook

Berita Terkait