Jambiline.com, Jambi – Daftar pencarian orang (DPO) Kejaksaan Tinggi (Kejati) pada kasus kredit fiktif Bank BRI Sungaipenuh, Jambi, Jamrus, berhasil di bekuk oleh anggota tim Intel Kejati Jambi dan Kejagung di Bandara Internasional Minangkabau, Sumatera Barat, Selasa (25/9/18).

Menurut Asisten Intel (Asintel) Kejati Jambi, Dedie Tri Haryadi penangkapan terhadap terdakwa tersebut berdasarkan putusan Mahkamah Agung (MA) Republik Indonesia Nomor 2410.K/PID.Sus/2013 tanggal 15 April 2014.

Dalam putusan tersebut, Jamrus dinyatakan terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana sebagaimana diatur dalam pasal 49 ayat (2) huruf b UURI No.10 th 1998 tentang perbankan.

Dalam putusan itu dinyatakan bahwa di dalam amar putusan Kasasi terdakwa Jamrus diputus selama 5 tahun penjara, dan denda sebesar Rp5 miliar subsider 6 bulan kurungan.

Lanjut Dedie, penangkapan terdakwa dilakukan saat terdakwa turun dari pesawat Garuda dengan nomor penerbangan 2413 dari Madina setelah menunaikan ibadah haji.

“Saat tiba ditangga bawah pesawat, kemudian Jamrus ditangkap, dan diamankan di ruang khusus Bandara Internasional Minangkabau yang disediakan oleh pihak bandara,” jelasnya, Selasa (25/9/2018).

Sementara itu, Kasipenkum Kejati Jambi, Deddy Susanto mengatakan, terungkapnya kasus tersebut bermula pada Oktober 2010 lalu dilakukan audit oleh auditor dari kantor inspeksi Bank BRI Padang pada Bank BRI Cabang Sungaipenuh.

Dalam audit tersebut, sambungnya, petugas menemukan adanya pemberian kupedes yang tidak sesuai dengan prosedur. Tidak itu saja, petugas juga menemukan adanya percaloan dalam pemberian kredit.

Selanjutnya, terdakwa Jamrus selaku Kepala Unit BRI Kayuaro Cabang Sungaipenuh tidak menjalankan tugas, kewajiban dan tanggung jawabnya.

Itu berdasarkan ketentuan di bidang perbankan, yaitu tidak melakukan pengecekan dan analisis ulang terhadap hasil pekerjaan dan tugas yang dilakukan oleh mantri untuk melakukan pemeriksaan atau verifikasi terhadap pemberian kredit untuk pinjaman.

“Akibat temuan audit tersebut, BRI mengalami kerugian sebesar Rp10.140.393.370,” Pungkas Deddy. (Tri)

Komentar Akun Facebook