Jambiline.com, Jambi – Pengadilan Negeri Jambi mengelar sidang perdana Ali Abie selaku Direktur PT Kosambi Laksana Mandiri (KLM) atas kasus dugaan korupsi proyek Dinas Pekerjaan Umum (PU) jalan wilayah II Jambi Jalan Suak Kandis – Jalan Desa Simpang tahun anggaran 2012.

Ketua Majelis Hakim dipimpin Barita Saragih pada senin 19 Desember 2016. Tiga orang Jaksa Penuntut Umum, satu diantaranya Fachrur Rozie membacakan berkas dakwaan Ali Abie.

Pantauan dipersidangan perdana, Ali Abie datang dengan menggunakan baju kemeja kotak warna coklat muda didampingi Penasehat Hukum serta keluarga menyaksikan langsung sidang tersebut. Dakwaan dibacakan Jaksa, nilai kerugian negara berdasarkan audit Badan Pemeriksa Keuangan mencapai Rp 2,8 miliar hingga kini belum dikembalikan oleh para terdakwa.

Dimana terdapat penyimpangan, mulai dari mobilisasi, penimbunan, penyiapan badan jalan, geotekstil stabilisator, lapis pondasi, lapis pengikat, dan campuran aspal.

Ali Abie diancam pasal 2 dan 3 ayat 1 Jo pasal 18 undang undang RI no 31 tahun 1999, tentang tindak pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dalam pasal 20 tahun 2001 tentang perubahan atas UU RI nomor 31 tahun 1999 tentang tindak pidana Korupsi jo 55 ayat 1 ke 1 KUHP.

Dalam persidangan, Ali Abie juga melalui Kuasa Hukum, TH Hutabarat mengajukan permohonan izin untuk menghadiri resepsi pernikahan anaknya pada 30 desember ini di Jambi, dan pesta pernikahan pada sabtu 7 januari 2017 di Palembang, Sumatera Selatan dari pukul 09:00 WIB sampai 16:00 WIB.

Permohonan tersebut disetujui oleh Hakim Ketua karena merupakan hak terdakwa selaku orang tua untuk menikahi anaknya, dan itu akan dilakukan pengawalan oleh kepolisian dan pihak kejaksaan.

“Permohonan saudara kami kabulkan, karena ini hak terdakwa sebagai orang tua dan ini akan dikawal oleh petugas,” kata Barita Saragih.

Kejati juga masih menahan tiga orang tersangka lagi, yaitu Apit selaku Kuasa Pengguna Anggaran yang kini menjabat sebagai Kepala Biro Administrasi Pembangunan dan Kerjasama Pemprov, dan Widodo yang waktu itu selaku PPTK serta Josia alias Bujang Direktur PT Kent Brother Mulia Sejahtera (KBMS).

Dalam minggu ini berkas Dakwaan Apit akan dilimpahkan ke Pengadilan Negeri,” kata JPU. Sebelumnya, penahanan tersangka diperpanjang untuk mempermudah pemeriksaan atau menghindari tersangka koruptor kabur atau menghilangkan barang bukti.

Sidang selanjutnya akan kembali digelar pada rabu 4 januari 2017 dengan agenda mendengarkan keterangan tiga orang saksi yaitu dari panitia lelang pada Dinas PU. “Mendengarkan keterangan tiga orang saksi dari Panitia Lelang,” kata JPU.

Sementara itu, Kuasa hukum Ali Abie, TH Hutabarat mengatakan setelah mendengar dakwaan JPU bahwa dirinya dan terdakwa tak akan mengajukan esepsi. ” Di berkas dakwaan sudah jelas dan tidak kabur, jadi langsung ke pemeriksaan saksi,” ujarnya singkat.(Hl/Spn)

Komentar Akun Facebook