Direktur Utama PDAM Tirta Mayang Kota Jambi, Erwin Jaya Zuchri.

Jambiline.com, Jambi – Direktur Utama PDAM Tirta Mayang Kota Jambi, Erwin Jaya Zuchri, menantang Pansus DPRD untuk membuktikan adanya kebocoran dana secara ilegal yang menyebabkan PDAM selalu merugikan.

“Buktikan saja, nanti kalau saya yang ngomong pada gak percaya, “katanya, Selasa (26/02/2019).

Dirinya juga menantang ketua Pansus DPRD Kota Jambi, Paul Andre Marisi yang menyebutkan adanya oknum yang sering meminta jatah haram dari perusahaan daerah tersebut.

“Sebut saja namanya, kan beliau bilang ada oknum, ” ujarnya.

Erwin mengatakan bahwa dalam kepemimpinannya pengelola keuangan dilakukan secara benar dan dapat dipertanggungjawabkan.” Serupiah pun duit PDAM selalu diaudit, ” katanya.

Namun saat disinggung terkait adanya dugaan tindak pidana pasca kenaikan tarif PDAM mulai dari pungutan liar hingga dugaan pidana monopoli usaha, Erwin mengatakan bahwa dirinya menyerahkan sepenuhnya pada prosedur hukum.

“Kan sudah masuk ranah hukum, kita ikuti saja proses hukumnya,” tandasnya.

Sebelumnya Ketua Pansus DPRD Kota Jambi yang menangani masalah kenaikan Tarif PDAM, Paul Andre Marisi menyebut adanya dugaan tindak pidana terjadi dalam penerapan kenaikan tarif PDAM Tirta Mayang.

“Jadi Erwin (Dirut PDAM) menaikkan tarif tidak berdasarkan Perwal, tidak ada pasal menyebut kenaikan 100 persen, yang ada kenaikan bertahap hingga 2022, itu tiap tahun hanya 7 persen. Berarti ini pungli, masuk dalam tindakan pidana, “katanya, Senin (25/02/2019) kemarin saat ditemui di kantor DPRD Kota Jambi.

Sementara soal adanya dugaan tindak pidana monopoli usaha, kata Paul,  hal tersebut berdasarkan hasil konsultasi tim Pansus kepada Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU).

“Berdasarkan rekomendasi KPPU, kenaikan tarif oleh PDAM masuk dalam tindak pidana monopoli. Harusnya sebagai perusahaan milik daerah lebih mengutamakan kepentingan publik, bukan orientasi bisnis,”  katanya. (CN)

Komentar Akun Facebook