Jambiline.com, Tanjabtim – Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Jambi, Fachrori Umar, berharap agar hutan kota di Kelurahan Rano, Muaro Sabak, Kabupaten Tanjung Jabung Timur dapat dijadikan pusat edukasi dan untuk meningkatkan perekonomian masyarakat. Pernyataan ini disampaikanya dalam Pencanangan Pembangunan Hutan Kota di Kelurahan Rano, Muaro Sabak, Rabu (29/8/2018). Hadir pada kesempatan tersebut, Wakil Ketua I TP PKK Provinsi Jambi, Rahima Fachrori, Wakil Ketua II TP PKK Provinsi Jambi, Neta Aryani Dianto, Bupati Tanjab Timur, Romi Haryanto, beserta Ketua TP PKK Tanjab Timur.

Hutan Kota Muara Sabak memiliki luas 83 hektar dan 2 hektar dari kawasan ini juga akan ditanami kopi jenis liberika, dan tempat ini juga akan dijadikan untuk pembelajaran kopi liberika, agro wisata, kuliner, dan taman bermain anak yang akan terhubung dengan jalan-jalan pedestrian, serta akan ditanami jenis Tanaman endemik Tanjab Timur diantaranya jelutung Rawa, Samin, Gaharu, Pulau Rawa, Leban, Ketapang, Tembesu, Simpur Bengkal kelapa asam kandis asam Gelugur, Nibung Putih, Bira Bira, Sagu, Bungur dan Asai.

Melihat rencana desain hutan kota ini, Fachrori mengharapkan agar masyarakat dapat menjaga hutan tersebut untuk mensejahterahkan masyarakat. “Saya berpesan agar masyarakat senantiasa memelihara hutan Kota Muara Sabak, masalah kita kadang pada pemeliharaan, perawatan. Saya harap ke depan Hutan Kota Muara Sabak ini diarahkan jadi pusat lokasi pelayanan informasi terpadu Kehutanan dan ekowisata di Kabupaten Tanjab Timur ini,” ujar Fachrori.

Fachrori menegaskan, dengan adanya hutan kota tersebut masyarakat dapat melihat secara langsung jenis-jenis tanaman yang menjadi ciri khas dari Kabupaten Tanjung Jabung Timur yang mungkin saat ini sudah sangat langka, terutama untuk pengembangan kopi yang diharapkan nantinya dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat. “Dengan adanya tanaman yang langka yang ada di hutan kota ini diharapkan masyarakat dapat mengetahui bahwa Jambi memiliki potensi sumber daya alam yang sangat luar biasa sama dengan adanya pengembangan dan pembelajaran tentang Kopi Liberika yang bukan saja disukai oleh masyarakat lokal tetapi juga internasional karena jenis liberika hanya bisa tumbuh di lahan gambut yang memiliki ciri khas tersendiri dalam aroma dan rasa,” jelas Fachrori.

Sementara itu, Slamet Supriyanta, Field Manager Petro China Tanjab Timur yang merupakan mitra pemerintah dalam pengembangan hutan kota ini menyatakan bahwa tujuan dibangunnya hutan kota adalah untuk pelestarian keserasian dan keseimbangan ekosistem perkotaan yang meliputi unsur lingkungan sosial dan budaya.

“Kami ingin terlibat dalam pembangunan dengan membantu menciptakan keseimbangan dan keselarasan lingkungan fisik kota dan mendukung pelestarian keanekaragaman hayati di Indonesia. Ini sangat penting karena merupakan ekosistem ekowisata dan spesies kayu yang pernah dimiliki oleh hutan alam Kabupaten Tanjung Jabung Timur dengan kegiatan tanam pohon di hutan kota ini, sehingga tercapai pembangunan berkelanjutan yang meliputi pembangunan ekonomi, pembangunan sosial, dan pengembangan kelestarian lingkungan,” terang Slamet.

Usai menghadiri pencanangan Hutan Kota Muara Sabak, Fachrori meninjau balai benih dan melakukan panen sayur, serta melihat sapi yang pemeliharaannya telah diintegrasikan dengan sawit. Balai benih ini telah menghasilkan pupuk kompos dari kotoran dan urine sapi, serta melakukan inovasi pengembangan produk buah naga menjadi es krim dan selai. *

Komentar Akun Facebook