• Jambiline.com, Jambi – Wacana duet M. Juber-Markhaban mencuat jelang Pemilihan Bupati (Pilbup) Tanjung Jabung Timur (Tanjab Timur) 2020 mendatang.

Keduanya sepertinya bakal menjadi penantang kuat bagi kandidat petahana, Romi Hariyanto-Robby Nahliyansyah.

Juber sendiri adalah politisi senior yang juga merupakan Ketua DPD II Golkar Tanjabtim. Politisi partai berlambang pohon beringin ini memiliki segudang pengalaman, baik di eksekutif maupun di legislatif.

Selain pernah menjadi mantan Wakil Bupati Tanjabtim, Juber adalah anggota DPRD Provinsi Jambi yang kembali terpilih pada Pemilu 2019. Berbekal pengalaman dan kapasitasnya, Juber tentu dinilai layak maju bertarung di Tanjabtim.

Sementara itu Markhaban juga bukan pendatang baru di kancah politik Jambi. Ia merupakan politisi PDI Perjuangan, sekaligus adalah Wakil Ketua DPRD Kabupaten Tanjabtim.
Apalagi baik Golkar maupun PDI Perjuangan siap membentangkan karpet merah untuk kedua kadernya Muhammad Juber-Markhaban. PDI Perjuangan misalnya, partai besutan Megawati Soekarno Putri ini telah menegaskan sikap untuk mengutamakan kader agar bisa merebut 60 persen kemenangan pada Pilkada 2020.

Bila demikian, bukan tidak mungkin koalisi Golkar dan PDI Perjuangan terbentuk untuk memastikan 1 tiket di Tanjabtim. Golkar sendiri memperoleh 4 kursi dan PDI Perjuangan memiliki 3 kursi, cukup untuk memenuhi 20 persen syarat dukungan minimal.

Dikonfirmasi, Juber tidak menampik jika kemungkinan duet itu dan koalisi Golkar-PDI Perjuangan bisa saja terjadi. Apalagi perkembangan politik berjalan sangat dinamis.
Namun, kata Juber, keputusan itu bukan bukan hak pribadinya. Ia memilih menunggu hasil Musyawarah Nasional (Munas) DPP Golkar yang digelar akhir tahun ini. “Semua Kemungkinan bisa saja, tapi saya belum bisa memberikan peryantaan lebih. Tunggu saja hasil Munas,” katanya.

Juber menambahkan, belum ada pertemuan dengan parpol, selama ini hanya komunikasi biasa. Tidak ada permbicaan jauh mengenai kontestasi politik ke depan.

“Sekarang semua berkonsentrasi pasca pelantikan Anggota DPRD karena akan ada pembentukan fraksi. Ada beberapa partai yang tidak mencukupi untuk fraksi mandiri. Setelah itu baru partai fokus dengan Pilkada Tanjabtim,” pungkasnya.(Fay).

Komentar Akun Facebook