Bupati Merangin Syahirsah

Batanghari – Bupati Batanghari Ir. H. Syahirsah SY, sangat menyayangkan sikap aparatur desa yang menjadi korban perampokan. Bagaimana tidak uang ratusan juta yang diambil dari bank merupakan dana desa.

“Saya tadi juga baru saja membicarakan itu dengan yang lainnya. Tentu kita juga turut prihatin lah ya dengan kejadian ini,” kata Syahirsah kepada wartawan, Sabtu (5/4).

Syahirsah mengatakan bahwa dirinya merasa prihatin karena aparatur desa tidak menggunakan jasa pengawalan pihak Kepolisian. Apalagi uang yang diambil dari Bank dalam jumlah besar.

“Ya tentu sangat disayangkan, sudah tau mau ambil uang banyak kenapa tidak minta pengawalan,” tegas orang nomor satu di kabupaten Batanghari ini.

“Saat ini sudah ditangani aparat kepolsiian, biarkan mereka bekerja terlebih dahulu. Kita akan menunggu hasilnya nanti,” imbuhnya.

Syahirsah menghimbau dengan adanya kejadian ini, diharapkan kepada seluruh Kades tidak lagi mengulangi kesalahan seperti itu.

“Untuk semua Kades atau pihak desa, apabila memang akan mengambil uang dalam jumlah besar, khusus untuk kebutuhan desa, harap memberitahu pihak Kepolisian agar dapat dilakukan pengawalan,” ujarnya

Sekedar mengingat, perampokan Dana Desa sebesar Rp. 385 juta ini terjadi menimpa perangkat desa yang berasal dari dua desa berbeda.

Mereka adalah Abdul Roni (40) Kades Lopak Aur, Liza Puspita Sari (25) seorang Bendahara Desa Lopak Aur RT.06 Desa Lopak Aur, Zuhdi (34) Bendahara Desa Selat  RT. 02 dan Jaka (34) Sekdes Selat RT 04 Kecamatan Pemayung Kabupaten Batanghari.

Insiden terjadi pada Senin (31/7) lalu sekira pukul 13.30 WIB, di Jalan Srisudewi depan Rumah Sakit Hamba Muara Bulian, tepatnya di depan rumah makan Mbak Sri Kelurahan Rengas Condong, Kecamatan Muara Bulian, Kabupaten Batanghari.(RAS)

Komentar Akun Facebook