Jambiline.com, Jakarta – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah menetapkan 13 tersangka baru dalam kasus suap ketok palu pengesahan RAPBD Provinsi Jambi yang melibatkan terdakwa Zumi Zola, 12 orang tersangka berasal dari DPRD Provinsi Jambi, mulai dari ketua hingga anggota dewan, dan satu orang dari pihak Swasta.

Ketiga belas orang tersangka baru suap ketok palu RAPBD Provinsi Jambi yakni:

1. Cornelis Buston (CB) Ketua DPRD Provinsi Jambi.

2. AR Syahbandar (ARS) Wakil Ketua DPRD Provinsi Jambi.

3. Chumaidi Zaidi (CZ) Wakil Ketua DPRD Provinsi Jambi.

4. Sufardi Nurzain (SNZ), pimpinan Fraksi Golkar.

5. Cekman (C) pimpinan Fraksi Restorasi Nurani.

6. Tadjudin Hasan (TH) pimpinan Fraksi PKB.

7. Parlagutan Nasution (PN) pimpinan Fraksi PPP.

8. Muhammadiyah (M) pimpinan Fraksi Gerindra.

9. Zainal Abidin (ZA) Ketua Komisi III.

10. Elhelwi (E) anggota DPRD Provinsi Jambi.

11. Gusrizal (G) anggota DPRD Provinsi Jambi.

12. Effendi Hatta (EH) anggota DPRD Provinsi Jambi.

13. Jeo Fandy Yoesman (JFY) alias Asiang selaku pihak Swasta.

Ketua KPK Agus Rahardjo mengatakan ke 12 unsur pimpinan dan anggota DPRD disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau Pasal 11 UU Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 jo Pasal 65 ayat 1 KUHP.

Sedangkan terhadap tersangka ke-13 yakni Asiang selaku pihak swasta diduga memberikan pinjaman uang Rp 5 miliar kepada Arfan dkk. Uang pinjaman tersebut diduga diberikan kepada pimpinan dan anggota DPRD Provinsi Jambi terkait pemulusan pengesahan APBD Tahun Anggaran 2018.

“Diduga uang tersebut akan diperhitungkan sebagai fee proyek yang dikerjakan perusahaan tersangka JFY (Asiang,red) di Jambi,” jelas Agus, seperti di kutip dari Laman Detik.com.

Atas perbuatannya, Asiang disangkakan melanggar Pasal 5 ayat 1 huruf a atau Pasal 5 ayat 1 huruf b atau Pasal 13 UU Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP. *

Sumber : Detik.com

Komentar Akun Facebook