Jambiline.com, Jambi – Kota Jambi dan Kabupaten Muaro Bungo papa bulan April 2017 mengalami Inflasi sebesar 0,59 persen, sementara Muaro Bungo sebesar 0,36 Persen. Dengan laju inflasi tahun kalender masing-masing -0.26 dan 1,88 persen dan laju tahun ke tahun sebesar 4,85% untuk kota Jambi dan 4,5 % untuk Muaro Bungo.

Hal tersebut dikatakan oleh, Kepala BPS Provinsi Jambi Dadang Hardiwan, saat menyampaikan riliesnya. Dirinya mengatakan, penyebab inflasi disumbang oleh 5 kelompok pengeluaran barang dan jasa.

“Inflasi disumbang kelompok bahan makanan, seperti makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau. Kelompok perumahan, listrik, air dan gas. Kelompok sandang serta kelompok transport, Komunikasi dan jasa keuangan,” katanya, Sabtu (6/5).

Lanjutnya, dari capaian IHK antar kota di Sumatera, capaian inflasi Jambi menduduki urutan ke tiga, sementara Muaro Bungo diurutan ke lima , dengan capaian inflasi tertinggi terjadi di kota Pangkal Pinang sebsar 1.02 persen dan terendah berada di Tembilahan sebesar 0.02 persen. sedangkan deflasi terbesar di kota Lhokseumawe sebesar 0.68 persen.

Apalagi, Katanya, memasuki bulan suci Ramadhan akan mempengaruhi terhadap capaian inflasi. Terkait Hal ini Kepala BPS provinsi Jambi menyebutkan pentingnya pemerintah menjamin pasokan kebutuhan pokok di masyarakat.

“Mei kita akan menginjak ramadhan, perlu ada kebijakan berkaitan kebutuhan pokok supaya inflasi bisa dikendalikan, seperti harga-harga perlu dikendalikan tentunya dengan TPID, dalam hal ini BPS hanya memotret saja,” katanyam

Menurutnya, meski tidak sampai 1% besaran share yang di sumbang, namun berdasarkan tahun-tahun sebelumnya, momentum ramadhan dan Lebaran Idul Fitri memang kerap menunjukkan inflasi.

“Biasanya  tidak jauh-jauh dari 0.8-0.9 %, namun dengan asumsi kebijakan yang dilakukan sama dengan tahun sebelumnya, jika ada upaya yang lebih tentu lebih bisa dikendalikan,” tutupnya. (TS)

Komentar Akun Facebook