Walikota Jambi H. Syarif Fasha, Saat Memaparkan Materi Di Hadapan Anggota IDI Kota Jambi, Sabtu (29/07/2017)

Jambiline.com, Jambi – Walikota Jambi H. Syarif Fasha menjadi narasumber pada acara seminar kesehatan, yang digelar dalam rangka halal bihalal Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kota Jambi, Sabtu (29/7). Acara yang berlangsung di lantai dua di salah satu hotel ternama di Kota Jambi ini, turut  dihadiri oleh Ketua IDI Kota Jambi dr. Herlambang, Dirut RSUD Abdul Manap dr. Rudi M.H Pardede, dr. H. Maulana, serta para Dokter yang tergabung dalam IDI, dan sejumlah Bidan dan Perawat lingkup Kota Jambi.

Dikesempatan ini Fasha memaparkan materi terkait peran Pemerintah Kota Jambi dalam mewujudkan kesehatan masyarakat Kota Jambi bersama IDI Kota Jambi. Mengawali materinya, Fasha menyampaikan, bahwa dunia kesehatan tidak dapat dipisahkan dari dunia sosial, karena menyangkut hajat hidup orang banyak.

“Untuk itu peran tenaga kesehatan terutama para Dokter ini sangat dibutuhkan kehadirannya di tengah masyarakat,” ujar Fasha.

Dikatakannya bahwa Pemerintah Kota Jambi saat ini, tengah gencar melakukan pembangunan dan perbaikan dari berbagai aspek, termasuk pelayanan kesehatan.

“Kota Jambi ini luasnya 175.33 KM2, dikelilingi Kab. Muaro Jambi,  terdiri dari 11 Kecamatan,  62 Kelurahan dan 1.626 RT,  dengan jumlah penduduk lebih kurang 750.000 jiwa dengan Komposisi penduduk yang heterogen, dimana rumah sakitnya saat ini baru mencapai 14 rumah sakit, ini sebenarnya masih kurang,” terangnya.

Untuk menutupi kekurangan tersebut, Fasha menyarankan agar pihak rumah sakit yang ada saat ini hendaknya cukup dengan menambah jumlah tempat tidur atau ruang rawat inap.

“Rumah sakit cukup menambah jumlah tempat tidur, setidaknya harus mencapai 2000 tempat tidur disetiap rumah sakit, agar pelayanan terhadap pasien tetap tertampung,” katanya.

Dirinya menerangkan, bahwa Pemerintah Kota saat ini terus berupaya membantu untuk memberikan akses layanan kesehatan yang bermutu. Dijelaskannya,  bahwa terdapat beberapa point yang menjadi landasan untuk melakukan hal tersebut, diantaranya yakni, yang terpenting adalah semua masyarakat harus mendapatkan pelayanan kesehatan yang baik, peningkatan instalasi kesehatan dan pelaksanaan program-program inovasi kesehatan yang semakin dekat pada masyarakat, dan peningkatan mutu RSUD Abdul Manap, yang mencangkup, SDM, sarana dan prasarana, serta kualitas system manajemen.

Dalam mendekatan kesehatan kepada masyarakat, dirinya mengatakan. “Upaya mendekatkan kesehatan kepada masyarakat yang kami lakukan saat ini, yakni dengan Home Care, sebuah mobil ambulance yang siap datang kerumah pasien, lengkap dengan dokter dan perwatnya, dan kemudian peningkatan mutu Puskesmas di setiap daerah,” paparnya.

Terkait semua upaya tersebut, Fasha juga tidak menapikan terhadap isu dan tantangan kesehatan di Kota Jambi dewasa ini, seperti fenomena urbanisasi masyarakat, peningkatan polusi akibat tingginya jumlah kendaaraan bermotor, serta beberap hal lainnya. Untuk itu dirinya meminta agar peran aktif  IDI dapat terus berkolaborasi dengan pemerintah Kota guna tercapainya pembangunan masyarakat yang sehat.

“Peran IDI sangat penting sakali bagi kita, dengan skill dan kemampuannya, tentu mampu membantu pemerintah dalam mengakomodir pelayanan kesehatan di tengah masyarakat,” tuturnya.

Fasha berharap agar Peran Dokter jiga harus peka dengan kondisi sekitar, terutama kondosi kesehatan masyarakat. “Kenapa ini saya katakan, karena saya melihat ternyata masih ada Dokter yang kurang peka, contohnya disamping rumahnya ada tetangga yang sakit tapi tidak diperhatikan, terpaksa kami yang bawa ke Pustu terdekat, nah sikap seperti ini harus dihilangkan dan diperbaiki,” bebernya.

“Dokter, mesti ingat dengan sumpah Dokter, sebuah amanat yang harus dipertanggung jawabkan, saya ingin teman-teman para Dokter dan pelaku kesehatan lainnya, untuk sadar akan tanggu jawab, ini amal jariyyah kita untuk di masa yang akan datang,” tambahnya.

Sebelum menutup pemaparannya, Walikota Fasha terlebih mengutip sebuah kalimat dari Lindsey e. Beaton, seorang ahli psikiatri, dikatakan bahwa “Dokter adalah sebuah kebanggaan,  sebutan tersebut membawa hak istimewa dan perlakuan khusus. Lebih dari semua itu, membawa tanggung jawab yang tidak hanya untuk masa depan profesi agung tersebut, tetapi untuk seluruh kehidupan manusia yang menderita karena sakit.

“Oleh karena itu pelaku atau tenaga kesehatan, merupakan tugas yang mulia, terlebih lagi bagi IDI, tentu punya peranan yang penting bagi hajat hidup orang banyak,  oleh karenanya IDI ini, khususnya IDI Kota Jambi dalam kinerjanya saat ini telah mendapat tempat di hati saya, ”  pungkas Fasha, yang disambut dengan tepuk tangan gemuruh dari para peserta dan tamu undangan. (JL)

Komentar Akun Facebook