Orang Tua Siswa yang Diusir.

Jambiline.com, Jambi – Oknum Guru sekolah Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Dharma Bhakti (DB) 1 tega mengusir salah satu siswanya berinisial (RP) yang sedang mengikuti ujian kenaikan kelas.

Pasalnya oknum guru tersebut mengusir siswanya karena belum membayar melunasi Sumbangan Pembinaan Pendidikan (SPP).

Rini (47) yang sering disapa Uni orang tua RP menjelaskan dirinya telah membayar SPP sebesar Rp.1.000.000 secara berangsur dari jumlah yang harus dibayar sebesar Rp. 3.300.000.

Dirinya sangat sesalkan perbuatan yang dilakukan oleh oknum guru terhadap anaknya tersebut, hanya karena pembayaran yang belum lunas, anaknya diusir saat sedang mengisi soal mengikuti ujian kenaikan kelas.

“Tunggakan itu sebesar Rp 3.300.000, kemarin uni bayar waktu hari jumat Rp 1.000.000. Waktu hari pertama jumat tu dak dikasih ujian, katanya belum ada konfirmasi dari wakil kepala sekolah.

Hari sabtu anak saya datang lagi, dikasih ujian sabtu kemarin. Tadikan hari senin kelanjutan ujian, lagi mengisi soal disuruh keluar karena belum ada pelunasan,” ungkap rini, Senin (17/6/19).

Mengetahui anaknya diusir, Uni ini langsung menghubungi pihak sekolah, dan pihak sekolahpun membenarkan bahwa anaknya tidak dibenarkan ikut ujian lantaran belum melakukan pelunasan pembayaran tunggakan.

“Sudah 2 anak saya yang tamat sekolah swasta, baru satu kali ini menemukan anak ujian lagi mengisi soal disuruh keluar. Kan bagaimana dengan psikis anaknya sendiri, itu sebagai guru didik tidak memikirkan psikis anak didiknya.  Itu yang Uni tidak terima,” kata Rini.

Sejauh ini, lanjut Rini, dirinya ada niat untuk melakukan pelunasan tunggakan,  namun secara berangsur, karena mengingat dirinya hanyalah seorang pedagang kaki lima.

“Sedangkan kita ada niat baik untuk membayar, inikan baru berjalan mau naik kelas 3. Lain kalau sudah mau tamat. inikan baru naik kelas 3, Masih panjang, masih 1 tahun lagi anak di sana, masak tidak ada kepercayaan guru terhadap orang tua,” sebutnya.

Padahal, dirinya telah berjanji untuk melunasi dalam waktu dekat ini. Namun, untuk mengikuti ujian tunggakan pembayaran SPP harus dilunaskan terlebih dahulu.

“Intinya harus dilunasin baru dapat ujian,” tutur Rini.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jambi Agus Heriyanto mengatakan seharusnya pihak sekolah memberikan kesempatan untuk siswa tersebut mengikuti ujian terlebih dahulu.

“Kita berharap sekolah memberikan kesempatan untuk anak ini ujian terlebih dahulu jangan langsung diberikan sanksi bahwa mereka tidak diberkenankan ikut ujian,” kata Agus.

Agus juga menyayangkan hal itu terjadi kepada sekolah swasta yang ada di kota Jambi.

“Sebenarnya sekolah bisa mengambil kebijakan lain dan ini saya himbau kepada sekolah – sekolah swasta yang lain untuk tidak melakukan hal yang sama. Berikan kepada siswa untuk mengikuti ujian dan silahkan komunikasikan kepada orangtua, dan nanti saya perintahkan kepada Kabid SMK untuk kesitu” Pungkas Agus. (JL)

Komentar Akun Facebook