Jambiline.com, Jambi – Wakil Gubernur Jambi Fachrori mengapresiasi program pemberdayaan Suku Anak Dalam (SAD) di Kabupaten Sarolangun tepatnya di kawasan Taman Nasional Bukit 12.

Hal tersebut diutaran Wagub Jambi saat menghadiri rapat pertemuan lanjutan di ruang Sekda Provinsi Jambi membahas agenda hasil laporan perkembangan perencanaan pemberdayaan Suku Anak Dalam (SAD) di Kabupaten Sarolangun.

Rapat tersebut dihadiri langsung Wagub Jambi Fachrori Umar, Bupati Sarolangun H. Cek Endra, Danrem 042/Gapu Kol Inf Refrizal, Dandim dan OPD Pemprov dan Sarolangun, bertempat diruang pertemuan Sekda, Senin (5/2).

Wagub Jambi Fachrori Umar mengatakan program pemberdayaan SAD dapat dibilang tidak mudah, karena program tersebut sangat berat, dimana kehidupan mereka telah berlangsung turun-temurun dan sulit untuk dibina, seperti hidup nomaden atau hidup berpindah-pindah.

“Saya empat kali mendampingi Mensos untuk memberdayakan tapi sampai saat ini belum dapat dilakukan. Bahkan pernah dibangun rumah pada masa orde baru dan terbengkalai. Perlu kebersamaan dan tanggungjawab menjalankan program ini. Karena akan dikunjungi oleh presiden,” Kata Wagub, Senin (5/2).

Sementara itu, Bupati Sarolangun H. Cek Endra dalam paparannya mengatakan di Kabupaten Sarolangun SAD bermukim dikawasan Bukit 12, dimana Kawasan tersebut pernah dikunjungi Presiden RI Joko Widodo beberapa tahun lalu.

Diwilayah tersebut jumlah SAD sebanyak 2.021 jiwa atau 550 KK. Kawasan tersebut juga berkonflik dengan balai TNBD yang tidak memerbolehkan membangun jalan setapak dan fasilitas didalam kawasan. Pembangunan jalan tersebut sebagai upaya dari pemerintah memberdayakan suku Anak Dalam terpencil.

“Kami sudah minta izin, tapi tidak dapat. Dan jalan setapak ini sangat dibutukan karena berjarak sekitar 11 kilometer. Kalau ada SAD yang sakit harus digendong, karena sepeda motor tidak bisa masuk,” ucap Cek.

Danrem 042/Gapu Kol Inf Refrizal menyambut baik atas terselenggara program tersebut, karena ini bukanlah barang baru. “Kita akan mengubah cara pandang mereka dengan program yang berkelanjutan. Pertimbangan mereka tetap mempertahankan hidup nomaden ini program terpadu ini salah satu solusi,” katanya.

Lanjut Danrem, Panglima TNI juga mendukung program yang dilakukan oleh pemerintah Kabupaten Sarolangun terkait pemberdayaan SAD dikawasan tersebut.

(Tresno)

Komentar Akun Facebook