Jambiline.com, Jambi – Seorang asisten rumah tangga melaporkan majikannya ke Polresta Jambi Senin (6/02/2017) karena sering mengalami penganiayaan.

Kejadian yang menimpa BE (25) sangat memprihatinkan, Ia merupakan WNI dari Mobere Flores yang tidak memiliki keluarga di Jambi.

Korban juga mengaku bekerja dengan CY (30) sejak tahun 2013 sampai dengan 2016, BE juga mengatakan bahwa sejak tahun 2013 dia tidak diizinkan keluar rumah jika tanpa majikannya. Selain itu Ia juga mengaku kerap diperlakukan kasar.

Masta Melda Haritona yang merupakan pendamping BE sekaligus pengacara korban mengatakan, bahwa untuk kondisi fisik BE saat ini memang dalam keadaan sehat, namun untuk luka-luka kekerasan yang di alami korban masih membekas.

“Kalau yang bekas lukanya itu masih ada, seperti bekas cakaran di tangan di leher masih ada, malahan korban ini juga pernah ditodongkan pisau oleh sang majikannya, korban juga pernah di ancam apabila korban memberi tahu orang lain atau orang tuanya mengenai masalah ini. maka akan diberikan hukuman berat, ” beber Masta Melda

Ia juga menjelaskan bahwa hingga saat ini korban tidak bisa duduk dengan lama lagi akibat rasa nyeri dari kekerasan yang dilakukan oleh majikannya.

“Yang paling parah itu korban sering ditendang punggungnya, sampai saat ini korban tidak bisa duduk terlalu lama, akibat rasa sakit dipunggung,” tambah Mesta.

Mesta  juga menjelaskan,  untuk saat ini korban tidak lagi bekerja dengan CY (30) karena pada waktu itu korban diusir oleh CY karena di tuduh mencuri uangnya.

“Pada tanggal 18 Desember 2016 BE di usir,  dan dengan alasan mencuri itu lah gaji si korban tidak di kasih, dengan alasan untuk membayar ganti rugi yang telah diambil oleh korban, padahal itu semua bohong, itu hanya alasan dia saja” terang Masta Melda haritona

Korban sempat masuk kerumah sakit DKT pada tahun 2014 lalu setelah mendapatkan tendangan keras dibagian lehernya oleh majikannya.

Hingga sampai saat ini pihak pendamping BE masih menunggu perkembangan penyelidikan yang di lakukan oleh aparat Polresta Jambi. (PNJ)

Komentar Akun Facebook