Setelah 152 Tahun Silam, Fenomena Super Blue Blood Moon Akan Kembali Terjadi Malam Ini

Ilustrasi

Jambiline.com, Jambi – Setelah gerhana matahari total yang terjadi beberapa tahun silam, malam ini, umat manusia akan kembali menyaksikan salah satu fenomena alam yang sangat jarang terjadi yang disebut dengan Super Blue Blood Moon.

Super Blue Blood Moon adalah suatu peristiwa dimana bulan menunjukkan tiga fenomena sekaligus, yaitu Blue Moon (bulan biru), Super Moon (bulan super besar) dan Total Lunar Eclipse (gerhana bulan total) . Kejadian yang sangat langka ini baru terjadi kembali setelah kurun waktu 152 tahun silam.

Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Jambi, Nurangesti Widyastuti mengatakan, “Super Blue Blood Moon” yang akan terjadi pada mala mini, Rabu (31/1),berlangsung setelah matahari terbenam dan seluruh masyarakat Indonesia dapat menyaksikan peristiwa langka tersebut.

“Kita akan dapat menyaksikan supermoon yang sangat masif yang besarnya 14 persen dari bulan yang biasa kita saksikan dan juga memiliki terang cahaya 30 persen lebih terang dari biasanya. Supermoon ini terjadi karena posisi bulan berada pada jarak terdekat dengan bumi, dikarenakan oleh posisi orbitnya yang oval, bukan berbentuk lingkaran,” papar Nurangesti.

Blue moon juga merupakan fenomena langka bulan purnama kedua yang terjadi bersamaan dengan gerhana bulan total.

“Bulan biru atau bulan purnama kedua merupakan peristiwa biasa. Tapi ketika bulan biru terjadi berbarengan dengan gerhana bulan total, mungkin ini yang tidak biasa,” kata Nurangesti.

Sementara gerhana bulan total yang disebut juga sebagai Blood Moon terjadi pada saat posisi bumi kita tepat berada di antara matahari dan bulan, hal ini akan memaksa sinar matahari untuk melewati atmosfer, kemudian atmosfer akan menyaring sebagian besar cahaya yang berwarna biru, sehingga yang tersisa adalah warna orange dan merah saja.

“Bulan akan mulai memasuki bayangan bumi pukul 18:48 WIB dan menghabiskan waktu 3 jam 22 menit dalam umbra bumi. Keseluruhan gerhana bulan akan terjadi selama 5 jam 17 menit dengan durasi gerhana total 1 jam 16 menit 4 detik. Proses gerhana dimulai sejak matahari terbenam sampai tengah malam dan puncak gerhana bulan total terjadi pada pukul 20:31 WIB,” pungkas Nurangesti.

(CN)

 

Komentar Akun Facebook

Berita Terkait