Jambiline.com, Jambi- Sidang perdana kasus penistaan agama Islam dengan terdakwa Reza Hazuen (RH), Kamis (16/2) pagi digelar di Pengadilan Negeri Jambi.

Sebelumnya kasus penistaan agama Islam lewat tulisan lafadz ALLAH di ornamen natal lantai satu Hotel Novita, terjadi pada Jum’at 23 Desember 2016 lalu. Akibat kejadian tersebut sempat menimbulkan berbagai spekulasi dan mengebohkan masyarakat bahkan Nasional.

Terdakwa RH sendiri merupakan pegawai harian lepas di Hotel Novita Jambi, Ia mengaku sengaja melakukan hal tersebut lantaran sakit hati dengan atasannya.

Akibat perbuatan RH yang dikategorikan dalam kejahatan yang dapat menimbulkan permusuhan dan perecahan antar agama, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Doni memberikan tuntutan pidana dalam pasal 156 A huruf A pasal 64 ayat 1 KUHP dengan subsider di bawah 5 tahun penjara.

“Perbuatan terdakwa sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam pasal 156 A huruf A pasal 64 ayat 1 KUHP dengan subsider dibawah 5 tahun penjara dengan terdakwa sengaja menyiarkan, mempertunjukkan, dan menempelkan tulisan atau lukisan di muka umum yang isinya mengandung pernyataan perasaan permusuhan, kebencian, atau merendahkan diantara atau terhadap golongan-golongan rakyat Indonesia dengan maksud supaya isinya diketahui atau lebih diketahui oleh umum,” ujar Doni Jaksa Penitut Umum.

Sidang perdana kasus penistaan agama ini dipimpin oleh Majelis Hakim Barita Saragih, ia mengeluarkan kebijakan untuk perkara sidang terhadap terdakwa kasus penistaan agama akan dilanjutkan pada Selasa depan 21 Februari 2016. (PNJ)

Komentar Akun Facebook