Siswa Asal Palangkaraya Kenakan Batik Jambi Dan Lacak, Ini Kata Zola

Jambiline.com, Jambi – Gubernur Jambi Zumi Zola senang melihat siswa asal Palangkaraya yang ada di Jambi menggunakan Batik asli Asal Jambi dan Lacak.

Hal tersebut diutarakan Zola saat melakukan audiensi bersama Genderal Maneger PT. Angkasa Pura II dan Siswa Mengenal Nusantara (SMN) Provinsi Kalimantan Tengah Palangkaraya di Provinsi Jambi, dan Dinas Pendidikan Provinsi Jambi, Bertempat di ruang Rapat VIP Room Bandara, Kota Jambi, Senin (31/7).

Gubernur Jambi Zumi Zola menyambut baik adanya program siswa mengenal Nusantara. Dirinya juga sangat senang siswa-siswi Asal Palangkaraya yang ada di Jambi mau mengenakan batik asli Jambi dan ikat kepala untuk pria yakni Lacak.

“Saya juga berterima kasih kepada para pelajar asal Palangkaraya yang sudah mengunakan batik Jambi, dan untuk siswanya sudah mengunakan Lacak, ikat kepala untuk Pria,” kata Zola, Senin (31/7).

Zola juga berharap Kepada Siswa Mengenal Nusantara (SMN) Provinsi Jambi yang saat ini tengah di Provinsi Kalimantan Tengah Palangkaraya, agar selalu menggunakan waktu semaksimal mungkin untuk mempromosikan Budaya Jambi.

“Masih ada waktu 2 hari ini harus dimanfaatkan semaksimal mungkin dan jangan lupa gunakan Lacak, dan memperkenalkan Budaya Jambi, Wisata Kerinci, Geopark Merangin serta memperkenalkan kuliner Khas daerah Jambi,” harap Zola kepada siswa.

Kekayaan yang dimiliki Indonesia, Kata Zola, belum tentu negara lain memilikinya, karena Indonesia memiliki kekayaan budaya, Wisata, Adat dan Kuliner.

“Maka dari itu Pemuda/pumudi lah yang mengenalkan budaya Indonesia keplosok-plosok Negeri melalui media sosial, itula pesan yang disampaikan oleh Presiden Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi) diistana Negara,” Harap Zola.

Sementara itu, Plt Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jambi Agus Herianto mengatakan Pertukaran pelajar Siswa/Siswi SMA, SMK dan SLB Jambi dengan Kalimantan Tengah Palangkaraya sebanyak 22 orang siswa.

“Mereka selama di Jambi sudah mengunjungi Museum sigenjei, geopark Merangin, Candi Muaro Jambi,” katanya Senin (31/7).

Lanjutnya, para siswa asal Palangkaraya direncanakan di Jambi hingga 2 Agustus mendatang. Dirinya menilai, pertukaran siswa siswi tersebut selama satu minggu terlalu singkat karena oara siswa belum seluruhnya mengetahui adat istiadat Jambi.

“Seminggu terlalu singkat untuk memahami kekayaan Jambi, kedepan mohon diperpanjang agar lebih luas memahami kekayaan Jambi,” Pungkasnya. (TS)

Komentar Akun Facebook

Berita Terkait