Jambiline.com, Muarojambi – Pemberian vaksin measles rubella (MR) di Kabupaten Muarojambi masih berlangsung. Namun pemberian MR untuk anak sekolah dasar negeri sudah tidak lagi. “Yang belum Madrasah. Namun tidak banyak,” ujar  Yes Isman, Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Muarojambi, Senin (27/8/2018).

Jika dikalkulasikan sudah sekitar 30,6 persen dari 75.000 anak sekolah yang sudah disuntik. “Total yang wajib vaksin sekitar 110.000 orang dari usia 9 – 15 tahun dan kita menargetkan 99 persen, tervaksin MR. Ini semua agar kekebalannya terlindungi,” jelasnya.

Yes Isman tidak menampik bahwa vaksin MR masih menjadi perbincangan di kalangan masyarakat saat ini. Terlebih lagi dengan adanya pernyataan dari MUI bahwa vaksin MR mengandung unsur babi.

Perbincangan  semakin menjadi manakala vaksin tersebut telah disuntik di kalangan siswa di beberapa sekolah, terutama di Kabupaten Muarojambi. Imunisasi MR sendiri dilaksanakan massal untuk usia 9-15 tahun.

“Untuk wilayah Sumatera, Maluku, Irian itu dilaksanakan pada Agustus dan September, untuk pulau Jawa sudah selesai dilaksanakan,” kataYes Isman.

Lebih lanjut Ia mengatakan pemberian vaksin di bulan Agustus khusus menyelesaikan untuk anak-anak sekolah, dan pada September diberikan di Puskesmas dan Posyandu bagi warga masyarakat.

Ternyata ada orang tua dari murid SD yang tidak mengizinkan  anaknya di vaksin MR. Berbagai alasan mereka sampaikan. Namun yang utama adalah soal kandungan babi.

“Idak kami izinkan. Karena ada kandungan babi,” kata Romi, salah seorang orang tua murid.

Dia menambahkan  tidak mendapat vaksin MR, anaknya juga sudah lengkap imunisasinya. “Campak sudah. Kalau halal vaksinya saya izinkan,” tandasnya. (Nda)

Komentar Akun Facebook