Jambiline.com, Jambi – Sebanyak 3.614 warga kota Jambi mendapatkan bantuan biaya pendidikan Baznas Kota Jambi. Penerima bantuan yakni siswa SD, MI, DTA, SMP, MTs, MA negeri dan swasta. Bantuan juga disalurkan bagi mahasiswa S1 khusus Mudim. Semua penerima dipastikan dari keluarga tidak mampu.

Wali Kota Jambi, Sy Fasha usai menyerahkan bantuan menegaskan kepada orangtua dan penerima untuk menggunakan bantuan dengan sebaik-baiknya.

Penggunaan bantuan yang baik, tambah Fasha, karena dana berasal dari warga kota Jambu. Terlebih, jumlah bantuan terus meningkat dari tahun ke tahun.

“Ini sudah meningkat dari tahun yang lalu. Bantuan kami hari ini uang adalah uang masyarakat kota Jambi, jangan sampai uang ini, setelah pulang nanti beli pulsa, bayar kredit motor, bayar kredit kulkas dan lain sebagainya.” tuturnya, Senin (30/9/19).

“Tetapi gunakan unuk membeli perlengkapan anak-anak, beli buku, sepatu dan pakaian,” tegasnya.

Pemkot Jambi, jelas Fasha, juga sudah ada program kartu Jambi cerdas dengan penerima 2700 orang, yang SPPnya dibayarkan selama 1 tahun.

Dengan banyaknya program bantuan pendidikan, Fasha berharap tidak ada lagi warga kota Jambi yang tidak sekolah.

“Jadi tidak ada cerita lagi ada warga kota Jambi yang tidak sekolah, karena tidak ada uang. Saya tidak mau mendengar itu lagi. Kalau ada orang tua yang tidak menyekolahkan anaknya dikarenakan anaknya alasan tidak punya uang, maka saya instruksikan Satpol PP agar memeriksa orang tua tersebut benar atau tidak. Jangan-jangan anaknya dieksploitasi untuk cari uang,” ujarnya.

Bantuan ini dihimpun oleh baznas kota Jambi terkait dengan kewajiban zakat yang dilaksanakan pemerintah kota Jambi, ASN Kementerian Agama kota Jambi dan juga pegawai pegawai swasta dan masyarakat kota Jambi.

Tak hanya pendidikan, bantuan ini juga sambung Fasha, disalurkan juga kepada bantuan kesehatan, bedah rumah dan lain sebagainya.

“Terkait dengan siapa yang menerima adalah asnaf delapan warga Kota Jambi. Mudah-mudahan bantuan ini bermanfaat. Dan tadi saya tekankan kepada para orang tua, kami tidak ingin mendengar bantuan ini begitu pulang dibelikan pulsa atau dibayarkan kredit kulkas dan TV, tidak boleh,” jelas Fasha kepada wartawan usai acara.

Kepada Baznas kota Jambi, Fasha meminta jangan menjadi organisasi yang diistilahkannya “nunggu warung”. Bagi Fasha, seharusnya Baznas dan jajarannya harus banyak keluar bersosialisasi memberikan edukasi kepada umat muslim, khususnya untuk menyalurkan zakatnya.

“Karena kenapa, karena sedekah yang dihimpun juga ada sedekah yang bersumber dari ASN yang itu adalah non muslim. Dan nonmuslim saja dia mengirimkan uangnya bersedekah untuk umat umat muslim, malu kita yang muslim kalau kita tidak berzakat dan lain seagainya.”

“Nah Saya pesankan juga kepada Baznas untuk bagaimana menghimpun ini semua. Kalau Baznasnya kuat, solid dan menjalankan perannya, setiap tahun dana yang dihimpun akan semakin besar dan akan semakin bermanfaat buat masyarakat di kota Jambi ini pada khususnya,” tutup Fasha.

Sementara, ketua Baznas kota Jambi, Syamsir Naim menjelaskan bahwa dana yang digelontorkan untuk 3.614 penerima kali ini sebesar Rp 1,6 miliar lebih.

“Hari ini, Saya dan pak Wali Kota terharu karena banyaknya jumlah penerima. Peningkatan bantuan beasiswa ini karena perintah bapak Wali Kota. Tanpa ada penetapan dari pak wali maka kami tidak akan menaikkan dan ini berkat dari permintaan Pak Wali Kota. Tentu itu kita berikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Pak Wali.”

Untuk tahun 2019, tambah Syamsir Naim, Baznas kota Jambi telah menyalurkan Rp 3 miliar dari Rp 5 miliar. Dirinya optimis akan selesai disalurkan seluruhnya sampai akhir tahun.

“Dan akan datang, pak Wali juga meminta agar beasiswa ini untuk terus meningkat,” jelasnya.

Sebelumnya, Fasha menyerahkan secara simbolis bantuan pendidikan kepada perwakilan masing-masing penerima. *

Komentar Akun Facebook