Jambiline.com, Jambi – Tahanan Polda Jambi yang terlibat dalam kasus narkoba dikabarkan meninggal dunia di RS Bhayangkara Polda Jambi.

Tahanan narkoba yang meninggal dunia tersebut berinisial RV (29), warga Simpang Puskes Mayang Mangurai, Kecamatan Kota Baru, Kota Jambi.

Direktur Reserse Narkoba Polda Jambi, Kombes Pol Dewa Putu Gede Artha saat di konfirmasi mengatakan bahwa pelaku RV diamankan petugas Subdit I Ditresnarkoba Polda Jambi pada hari Rabu (8/7) kemarin di kawasan Mayang Mangurai Jambi.

“Pelaku ini ditangkap bersama rekannya berinisial AM (27) warga Alam Barajo, dari tangan pelaku petugas mengamankan barang bukti 1,25 gram narkoba jenis sabu”Ujarnya.

Lebih lanjut Kombes Pol Putu Gede menjelaskan sebelum pelaku RV meninggal dunia karena sakit dan sebelumnya pelaku mengalami sesak napas, sebelum mengalami sesak napas dua hari sebelumnya pada 16 Juli pelaku menggeluh susah buang air besar (BAB) secara normal, setelah dilakukan pengobatan oleh dokter pelaku bisa bab, kemudian pelaku kembali mengeluh karena sakit sesak napas di dalam sel tahanan.

“Pelaku ini sudah sekitar 11 hari berada di dalam Sel Tahanan dan pelaku merasa sakit sesak napas sehingga kita larikan ke RS Bhyangkara Polda Jambi untuk dilakukan pertolongan medis,”ucapnya.

Selanjutnya setelah di bawa ke RS Bhayangkara Polda Jambi pelaku mendapatkan pemeriksaan dari Dokter dan ternyata tekanan jantung pelaku RV mencapai 220/detik.

“Tekanan jantung pelaku tinggi sehingga di rawat di ruang ICU, namun setelah 3 jam mendapatkan perawatan medis sekitar pukul 03.45 pelaku RV meninggal dunia di ruang ICU dan saya cukup perihatin, karena BAP pelaku sudah berjalan, tiggal pengiriman ke kejaksaan,” tambahnya.

Sementara itu menurut keterangan dokter pelaku RV meninggal akibat sakau karena ketergantungan narkoba.

“Ya pelaku ini selain kurir juga pemakai aktif, jadi pelaku ini setiap hari mengkonsumsi narkoba, karena sudah lama tidak mengkonsumsi narkoba jadi pelaku ini sakau” Ucapnya.

Sementara itu untuk proses hukum yang berjalan terhadap pelaku yang meninggal dunia tersebut Kombes Pol Dewa menyebutkan pihaknya sampai saat ini memerlukan tahapan untuk pengehtian perkara terhadap pelaku RV.

“Harus gelar perkara dulu meskipun secara hukum pelaku meninggal dunia namun kasus bisa dihentikan demi hukum, tetapi ada proses” Tutupnya. (jl).

Komentar Akun Facebook