Jambiline.com, Jambi – Menindak lanjuti aksi belasan pedagang kecil RSUD Raden Mataher yang tergabung dalam Lembaga Pengawas Pembangunan dan Pelaporan Tindak Pidana Korupsi Jambi (LP3TKJ) di kantor Gubernur, Selasa (9/10/2018), Pemprov Jambi melalui Asisten II melakukan kunjungan langsung ke RSUD, sesaat setelah menerima para pengunjuk rasa.

Didampingi Plt Dirut RSUD Raden Mataher Iwan Hendrawan, dijelaskan Agus, pedagang akan berjualan ditempat yang disediakan dengan sewa yang terjangkau. “tentang tuntutan sudah ada solusi, kita siapkan tempatnya yakni rata-rata pedagang setuju dan sewa tidak terlalu mahal, ” kata Agus, Selasa (9/10/18).

Sementar itu, Plt Dirut RSUD Mattaher Jambi Iwan Hendrawan mengatakan pihak RSUD telah menyiapkan tempat untuk menampung para pedagang yakni di kantin sosro.

“Kita sudah siapkan tempat yang layak di kantin sosro Rp 100 ribu/bulan, dan tidak ada kutipan harian,” katanya.

Dirinya beralasan jualan didalam lingkungan Rumah sakit melanggar aturan Rumah sakit dan akreditasi RS serta dapat mencegah penyebaran penyakit. “Karena saty lalat saja hinggap di jualan mereka maka penyebaran penyakit, yang jelas mereka sudah kita akomodir di tempat yang lebih layak,” katanya.

Para pedagang diberi waktu selama seminggu untuk pindah ke kantin sosro. “Dikasih waktu tujuh hari dengan kesepakatan bersama,” katanya.

Iwan mengatakan, hal tersebut dilakukan karena RSUD Raden Mattaher ingin menuju rumah sakit yang mandiri. Bahkan 2019 akan ada penilaian akreditasi kembali. (Tri)

Komentar Akun Facebook