Jambiline.com, Jambi- Akhir-akhir ini masyarakat Jambi dikeluhkan dengan adanya kelangkaan gas elpiji 3 kg, sulitnya mencari gas elpiji 3 kg ini menimbulkan pertanyaan sendiri di tengah masyarakat. Pemerintah yang bekerjasama dengan Instansi dan pihak terkait pun terus mencari penyebab dari kelangkaan tersebut.

Alhasil dari upaya yang dilakukan, pihak Kepolisian berhasil menemukan oknum yang melakukan pengoplosan tabung gas bersubsidi ke non subsidi, tepatnya pada Minggu 12 Februari 2016, tim Ditreskrimsus Polda Jambi berhasil menangkap pelaku pengoplosan gas, yang meresahkan masyarakat di sebuah ruko kawasan Lingkar Selatan, Kecamatan Paal Merah, Kota Jambi.

Dalam aksinya pelaku yang berinisial PT  mengelabui petugas dengan membuka toko buah-buahan. Namun warga sekitar mulai curiga karena mencium aroma gas dari ruko miliknya,  atas kecurigaan tersebut warga akhirnya melaporkan kepada pihak Kepolisian.

“Inilah salah satu penyebab kelangkaan gas LPG di Kota Jambi selama lebih satu bulan ini, sehingga tim penyidik melakukan penyelidikan,” ujar Kapolda Jambi Brigjen Pol Yazid Fanani saat ditemui Jambiline.com di lapangan hitam Mapolda Jambi, Senin (13/2)

Dari hasil laporan dan penyelidikan lanjut Yazid Fanani, Polisi langsung melakukan penggerebekkan di kediaman PT.

“Tersangka pun tidak dapat mengelak, lantaran tertangkap tangan melakukan aksi pengoplosan gas LPG dari tabung gas 3 kg subsidi ke tabung gas 12 kg non subsidi,” terang Yazid.

Barang bukti yang berhasil diamankan oleh petugas yakni berupa 60 tabung gas 3 kg dan 30 tabung gas 12 kg, termasuk pipa untuk menyuntik gas, dimana pelaku menggunakan sebuah pipa bulat berukuran 10 cm sebagai alat untuk menyuntik gas.

Brigjen Pol Yazid Fanani juga menjelaskan bahwa pelaku PT, dari aksinya tersebut berhasil meraup keuntungan Rp. 35 ribu pertabung.

“Untuk pembeli, kebanyakan dari warga dan penjual nasi uduk, dan keuntungan yang di raupnya bisa sebesar Rp. 35 ribu pertabungnya,” pungkas Kapolda Jambi Brigjen Pol Yazid Fanani.

Kasus tersebut masih dalam proses penanganan Kepolisian,  namun atas tindakannya PT yang merupakan residivis kasus yang sama kini harus berurusan dengan pihak Kepolisian untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya. (PNJ)

Komentar Akun Facebook