Jambiline.com, Jambi – Setelah hampir dua minggu mendapatkan perawatan secara intensif di Rumah Sakit Bratanata, akhirnya Yansen Kwok .enghembuskan nafas terakhirnya.

Tewasnya Yansen Kwok karena mendapat empat tusukan oleh seorang pria berinisial SL yang merupakan keluarga dari pengusaha ternama di Jambi Rabu, 27 Februari 2019 lalu di kawasan Jalam Zainal Abidin, Rt 14 Nomor 22, Kelurahan Tanjung Pinang, Kecamatan Jambi Timur, Kota Jambi.

Disampaikan istri korban Melisa (25) Rabu (13/3/2019) bahwa dirinya menuntut keadilan atas meninggal suaminya itu. Karena, tewasnya Yansen dengan kondisi tragis karena hujaman pisau lipat yang dilakukan oleh SL.

Menurutnya, dari pihak keluarga SL seakan tidak memiliki hati nurani. Sebabnya, dalam kondisi korban masih berada di Rumah Sakit (RS), pihak keluarga SL menemuinya untuk melakukan upaya perdamaian. Akan tetapi upaya itu dilakukan dengan tidak wajar.

“Dia (pelaku) nusuk suami saya bukan pake pisau dapur, tapi pake pisau lipat, kemaren saat di rumah sakit ada ibunya datang menawarkan perdamainan tapi dengan nada kayak orang marah gitu, saya sebutlah kalau mau berdamai nanti saja kalau kondisi suaminya telah membaik,” jelasnya.

Sementara itu, adik kandung korban indra (27) menceritakan penusukan tersebut di awali dengan SL yang meminta parkir memindahkan motor yang ada di depan parkir di sebelah rumah korban, tak berselang lama korbanpun segera memindahkan motor yang terparkir tersebut.

Usai memindahkannya korban mendatangi pelaku penusukan dengan maksud memberitahu bahwa motor yang terparkir telah dipindahkan. Namun tanpa sebab yang jelas SL menikam korban dengan membabi buta mengunakan sebilah pisau, yang membuat korban harus dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan medis.

“awalnya kakak saya itu ditegur sama pelaku, katanya motor yang terparkir didepan pagar menganggu, dak lamo tu kakak sayo ni dipindahinnyo lahh, pas sudah dipindah mau ngasih tau la mungkin, tibo tibo dio keluar rumah langsung nusuk la, dak tau dari mano pisau tu” ujarnya.

Lanjutnya, pihaknya sendiri sat ini enggan berdamai dengan pihak pelaku. Kerena, telah menghilangkan nyawa Yansen Kwok yang merupakan tulang punggung keluarga, ditambah anak korban sendiri masih sangat kecil yang berusia satu tahun.

Melalui kuasa hukum keluarga korban Mike Marlena Siregar (38) akan membawa kasus ini ke meja hijau karena perbuatan pelaku telah menyakibatkan hilangnya nyawa seseorang, saat ini pelaku masih di ancam dengan Pasal 351 ayat 2 KUHP tentang penganiayaan yang mengakibatkan luka berat dengan kurungan penjara 5 tahun.

“Saya sebagai kuasa hukum dari keluarga korban, akan membawa perkara ini sebagaimana mestinya, karena saat ini pelaku masih di jerat pasal 351 ayat 2, seharusnya pasal yang di kenakan bisa lebih berat karena korban telah meninggal dunia,” pungkasnya. (Wan)

Komentar Akun Facebook