Jambiline.com, Muarabulian – Sebut saja Mawar (17) remaja tanggung asal Kecamatan Maro Sebo Ulu, Kabupaten Batanghari terpaksa menjadi korban nafsu bejat sang paman.

Dari informasi yang didapat Mawar (17) sudah 7 kali dicabuli oleh pamannya sendiri di rumah milik pamannya tersebut.

Saat ini BA (47) paman mawar warga Sungai Rengas, kecamatan Maro Sebo Ulu, Kabupaten Batanghari harus meringkuk dalam sel tahanan Polres Batanghari untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya.

Kasat Reskrim Polres Batanghari AKP Dhadhag Anindito saat dikonfirmasi membenarkan kejadian tersebut.

“Iya, modus pelaku melakukan persetubuhan kepada korban dengan cara pelaku meminta korban untuk mejaga anaknya yang masih berusia 2 tahun,” kata Kasat Reskrim Polres Batanghari, AKP Dhadhag Anindito, Senin (6/5/19).

Setelah korban datang ke rumah pelaku, jelas Dhadhag, pelaku langsung menarik korban ke dalam kamar dan langsung mengunci pintu kamar.

“Setelah itu korban langsung didorong ke atas kasur dan pelaku langsung membuka celana korban dan menyetubuhi. Setelah disetubuhi korban diberi uang sebesar Rp.100.000,” katanya.

Setelah mendapatkan perlakuan yang tidak menyenangkan berkali-kali oleh pamannya, korban mengadukan perbuatan tersebut kepada orang tuanya.

“Mendapatkan laporan dari anaknya, ibu korban langsung melaporkan perbuatan tersebut ke Polsek Maro Sebo Ulu tanggal 1 Mei 2019,” ujarnya.

Setelah mendapatkan laporan tersebut, Polsek Maro Sebo Ulu langsung melakukan koordinasi dengan Unit PPA Polres Batanghari dan tim Opsnal bersama anggota Polsek langsung melakukan penangkapan terhadap pelaku.

“Dalam penangkapan yang dilakukan pelaku tidak melakukan perlawanan,” katanya.

Akibat perbuatannya, pelaku dikenakan Pasal 81 ayat 1, 2 dan 3 UU RI Nomor 17 tahun 2016 tentang penetapan peraturan pemerintah peganti undang-undang nomor 1 tahun 2016 tentang perubahan ke Dua atas undang-undang Nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak menjadi undang-undang Jo pasal 76D UU RI Nomor 35 tahun tahun 2014 tentang perubahan atas UU RI Nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak dengan ancaman 15 tahun penjara. (Rhi)

Komentar Akun Facebook