Jambiline.com, Jambi -Bertempat di Balai Adat Tanah Pilih Pusako Betuah Kota Baru Jambi, Senin (9/2), Walikota Jambi H. Syarif Fasha menggelar Kenduri adat dan do’a tolak balak bersama.

Acara tersebut dilaksanakan, sebagai upaya untuk mendoakan agar negeri Jambi tetap aman tidak terpecah belah pasca insiden ornamen natal berlafadz Allah, yang terjadi pada Jum’at 23 September 2016 lalu.

Acara tersebut juga turut langsung dihadiri oleh Ketua Lembaga Adat Melayu Tanah Pilih Pusako Betuah Kota Jambi, Ketua MUI Kota Jambi, Dandim 0415/Batanghari, Kapolresta Jambi, Organisasi NU,  Muhammadiyah, FPI, HMI,  serta sejumlah Tokoh Masyarakat dan Ormas Islam lainnya.

Walikota Jambi Syarif Fasha menyampaikan, bahwa kegiatan temu adat dan do’a tolak balak, sengaja dilakukan mengingat Indonesia termasuk Jambi beberapa minggu lalu sempat digoncang oleh kasus dugaan penistaan agama. Agar hal tersebut tidak menjadi sumber perpecahan dan tidak terulang kembali dirinya bersama sejumlah toko adat, agama, dan tokoh masyarakat menggelar temu adat dan do’a bersama.

“Ini sengaja saya lakukan mengingat beberapa minggu lalu kita sempat dihebohkan dengan dugaan penistaan agama, melalui lafadz Allah yang terletak pada ornamen natal di Hotel Novita, untuk itu agar tidak terjadi perpecahan dan terulang kembali, kita lakukan temu adat dan doa tolak balak bersama ini”, ujar Fasha.

Kegiatan temu adat dan doa bersama tersebut pun langsung dari biaya pribadi Walikota Jambi Syarif Fasha, hal itu dilakukannya mengingat tanggung jawabnya selaku pemangku adat Kota Jambi.

“Akomodasi kegaiatan acara ini murni pribadi saya sendiri mengingat selaku pemangku adat, sudah sepatutnya saya lakukan itu”, Jelasnya.

Secara terpisah Ketua Lembaga Adat Melayu Tanah Pilih Pesako Betuah Kota Jambi Drs. H. Azra’i Al-Basyari menyampaikan, bahwa dirinya mengapresiasi tindakan Walikota Jambi, yang cepat dan tanggap dalam menentramkan situasi, hingga sampai saat ini jambi masih dalam keadaan kondusif, aman dan damai.

“Saya berterimakasih dan apresiasi kepada pa’ Wali yang telah sudi menggelar acara ini, hingga situasi sampai saat ini tetap tenang, kondusif dan damai”, tuturnya.

Azra’i juga menambahkan bahwa darinya bersama toko adat yang lain sepakat untuk menjaga stablitas Kota Jambi pasca kasus penistaan agama, dan menyerahkan kasus tersebut sepenuhnya kepada pihak kepolisian.

“Kami lembaga adat, selepas kejadian ini hendaknya bersama kita jadikan pelajaran, mari bersama Kita Jaga Kota Jambi agar tetap konduaif dan serahkan kasus tersebut kepada pihak kepolisian”, Pungkasnya. (Spn)

Komentar Akun Facebook