Jambiline.com, Jambi – Pihak Manajemen Hotel Novita Jambi secara terbuka menyampaikan permintaan maaf terkait ornamen natal berlafadz Allah yang terjadi pada Jum’at (23/12) lalu di Hotel Novita Jambi.

Hal tersebut disampaikan langsung oleh Manager Hotel Novita pada jumpa pers yang berlangsung di Griya Mayang Rumah Dinas Walikota Jambi, Senin (26/12).

Press Conference turut melibatkan Kapolresta Jambi,  Dandim 0415/Batang Hari, Majelis Ulama Indonesia (MUI)  Kota Jambi, FPI, NU, Muhhammadiyah, Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), Lembaga Adat Jambi, pihak manajemen Hotel Novita, serta sejumlah awak Media.

Press Conference tersebut diinisiasi langsung oleh Walikota Jambi Syarif Fasha, dalam mengawali Coferen, Walikota Jambi menyampaikan ucapan terimakasih kepada semua unsur pihak dan ormas Islam yang berkenan hadir. Dejelaskan juga oleh Fasha, bahwa Press Conference terkait kasus lafadz Allah pada ornamen natal,  bertujuan untuk mendinginkan susana, agar tetap kondusif dan masyarakat tidak mudah terprovokasi.

“ini kita lakukan bertujuan agar Kota Jambi tetap kondusif, dan masyarakat umumnya tidak mudah terprovokasi”, jelas Fasha

Dikesempatan tersebut secara terbuka Manajemen Hotel Novita meminta kepada ummat Islam, khususnya masyarakat ummat Islam Jambi atas kasus ornamen natal yang bertuliskan lafadz Allah beberap waktu lalu.

“Atas nama seluruh jajaran dan manajemen Hotel Novita kami meminta maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh Ummat Islam khususnya Wilayah Kota Jambi, atas kasus yang terjadi beberapa waktu lalu terkait peletakan lafadz Allah pada ornamen natal di Hotel Novita”, ungkap Husaini, Manager Hotel Novita Jambi.

Husaini juga menambahkan bahwa tidak ada niat sedikitpun pihak manajemen Novita Hotel untuk melakukan tindakan penghinaan atau pun penistaan yang menyinggung ummat Islam.

“sedikitpun tidak ada niat atau terpintas bagi kami untuk melakukan hal seperti itu”, sebutnya

Husaini menjelaskan bahwa sebelumnya ornamen tersebut tidak ada tulisan atau lafadz Allah, tulisan lafadz Allah baru terlihat pada Jum’at (23/12) pukul 16.00- 18.00 WIB, oleh beberapa pengunjung hotel.

Atas kejadian tersebut mewakili manajemen Hotel Husaini juga meminta maaf atas kelalaian manajemen hotel yang luput dalam mencegah oknum yang diduga sengaja melakukan tindakan tersebut untuk memecah belah persatuan.

Permintaan maaf tersebut disambut baik oleh sejumlah ormas Islam yang hadir. Muhammad Taufik selaku ketu DPD FPI Kota Jambi, dalam forum tersebut menerima permintaan maaf pihak manajemen Hotel Novita, namun terhadap oknum yang melakukan penistaan agama Islam tersebut,  Taufik meminta polisi untuk segera menangkap dan menindak tegas pelakunya.

“Dalam ajaran Islam, kami diajarkan untuk saling memafkan,  namun dalam kasus ini kami minta hukum tetap dijalankan,  dan tangkap pelakunya”, tegas Taufik.

Menanggapi hal tersebut, Kapolresta Jambi Bernard Sibarani,  menyebutkan, bahwa saat ini pihaknya tengah melakukan penyelidikan.

“Kita akan usut kasus ini dengan cepat, dan saat ini tengah dilakukan penyelidikan secra intensif, baik keterangan dari 22 orang sakasi-saksi hingga penyelidikan terhadap bukti-bukti yang ada di TKP”, Jelasnya.

Dari pertemuan tersebut Walikota Jambi berharap,  agar masyarakat tetap tenang, tidak mudah terprovokasi,  dan mempercayakan kepada Polisi dalam mengusut tuntas kasus penistaan agama tersebut.

“Saya berharap dari pertemuan ini, masyarakat tetap tenang,  tidak mudah terpancing atau terprovokasi,  dan kita percayakan penyelesaian hukumnya kepada pihak Kepolisian”, pungkas Fasha. (Spn)

Komentar Akun Facebook