WWF Indonesia Regional Jambi Ajak Guru Cintai Lingkungan Hidup

Jambiline.com, Bungo – World Wildlife Fund (WWF) Indonesia Regional Jambi mengajak guru dari 5 Kecamatan yang berada di Kabupaten Tebo untuk mencintai lingkungan hidup disekitarnya.

Ajakan tersebut melalui Pelatihan Guru dan Fasilitator pendidikan lingkungan, bertempat di Hotel Amaris, Kabupaten Bungo.

Pada pelatihan tersebut mengambil tema “Mengimplementasikan Modul Pendidikan Lingkungan Hidup (PLH) Di Landscape Bukit Tiga Puluh” yang dilaksanakan pada 28 hingga 30 November 2017.

Zulkipli, selaku Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Tebo mengatakan ada sekitar 10 Sekolah Dasar yang mengikuti pelatihan tersebut, dari 5 Kecamatan di Kabupaten Tebo.

“Dengan adanya pelatihan ini, sekolah dapat betul-betul menggalakkan kecintaan terhadap lingkungan di sekolah masing-masing dan tercipta sekolah yang nyaman dan disukai anak-anak,” Katanya, sekaligus membukan pelatihan guru tersebut, Selasa (28/11).

Dengan adanya pelatihan tersebut, kedepan dirinya berharap sekolah yang menjadi tempat menuntut ilmu para siswa seperti taman baginya.

“Kami berharap semua dapat bersama-sama menjaga lingkungan ini, agar pemanasan global dan efek rumah kaca yang dapat merubah iklim menjadi tanggung jawab semua pihak,” Ungkapnya.

Dirinya juga mengajak kepada seluruh masyarkat agar memelihara serta menghijaukan kembali lingkungan hidup mulai dari anak-anak usia dini dari SD, SMP, SMA serta masyarakat yang ada di lingkungan konservasi.

Dia berharap kedepannya WWF Regional Jambi dapat menambah jumlah sekolah yang didampingi untuk membangkitkan kecintaan anak pada lingkungan hidup yang ada di sekitarnya.

“Karena saat ini lahan semakin sedikit dan untuk melindungi lingkungan itu, perlu tangan tangan yang kreatif yang baik agar terjaga lingkungan hidup,” Ungkapnya.

Sementara itu, Koordinator Program Education End Awareness WWF Indonesia Regional Jambi Syamsuardi mengatakan, pada pelatihan tersebut dihadiri sekitar 31 peserta..

Yakni terdiri dari Guru SD, Fasilitator Pendidik dan Kepala UPTD yang ada di sekitar Bukit Tiga Puluh. “Kali ini, metodologi yang kita gunakan yaitu menyampaikan modul-modul pendidikan, kemudian baru akan ada bagaimana kita membedah modul yang telah disediakan selama 2 tahun yang lalu. Bagaimana menyampaikan agar lebih efektif,” Ungkapnya. (Tresno)

 

Komentar Akun Facebook

Berita Terkait