Zola Himbau Masyarakat Tidak Bakar Lahan Untuk Bercocok Tanam

MUARA SABAK – Gubernur Jambi, Zumi Zola mengimbau sekaligus mengajak agar masyarakat (petani) tidak membakar lahan untuk bercocok tanam, Zola menghimbau gara petani lebih menerapkan teknologi guna mengelola pertanian.

Hal itu dikatakan Zola saat melakukan pertemuan dan dialog bersama kelompok tani di Desa Pandan Sejahtera, Kecamatan Geragai Kabupaten Tanjabtim.

Zola menegaskan agar masyarakat jangan membuka lahan dengan cara membakar, dirinya mengajak masyarakat agar pengelolaan dan pembukaan lahan menggunakan alat dan mesin pertanian (alsintan) yang telah diberikan seperti hand tractor yang merupakan bantuan program pemerintah.

“Tadi kami pemerintah Provinsi Jambi telah memberikan bantuan alsintan, ada juga hand tracktor. Penerapan teknologi  saya pikir tepat untuk membantu petani dan saya harap dapat dimanfaatkan,” kata Zola, Kamis (31/8).

Lanjut Zola, pengelolaan lahan dengan cara membakar, masyarakat akan mendapatkan kerugian yang sangat besar, selain itu lahan yang dibakar tersebut akan berkurang kesuburannya.

“Saya berterima kasih sekali atas contoh yang diberikan, saya sendiri banyak belajar di sini penggunaan pupuk organik yang  terbukti lebih baik dari pupuk kimia anorganik. Kami akan mengkaji dan bekerjasama untuk meningkatkan pertanian di Kabupaten Tanjung Timur dan kabupaten-kabupaten lain menggunakan sistem yang sama,” kata Zola.

Sementara itu, Hambali selaku Pendiri Mitra Aksi menyatakan, bahwa lahan pertanian yang saat ini mereka garap adalah tempat belajar sehari-hari.”Bersama petani yang ada di salah satu wilayah Tanjung Jabung Timur, kita kembangkan sebagai pusat pembelajaran, itu untuk pengelolaan lahan gambut harus dilihat zonasi, karena tidak semua lahan gambut itu bisa dijadikan budidaya tapi juga ada yang harus dilindungi sebagai daerah resapan air kemudian memang ada yang untuk budidaya tapi dengan tanaman yang adaptif yang cocok dengan kondisi lahan gambut di situ,” jelasnya.

Dirimya menjelaskan, di tempat ini para petani mulai belajar bagaimana cara membuka lahan yang benar-benar sesuai dengan apa yang diharapkan alam.

“Jadi kalau dia membuka lahan tentu yang diharapkan alam itu tidak boleh dibakar karena kalau dibakar cacing juga akan mati sama yang selama ini membantu petani, dan dampaknya juga akan menimbulkan asap, itu hanya bisa subur untuk tanaman jangka pendek dan itu hanya dua musiman, karena karbonnya akan semakin banyak. Karena itu harus carikan jalan keluar supaya petani tidak membakar, maka ada teknologinya,” jelasnya. (Tresno)

Komentar Akun Facebook

Berita Terkait