Wakil ketua PRSI Provinsi Jambi Bidang Organisasi, Aidil Putra.
ads

Jambiline.com, Jambi – Pada Tahun anggaran 2022, Pemprov Jambi melalui Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Diskepora) hanya mengalokasikan dana Rp 2,9 Miliar untuk KONI. Akan tetapi alokasi anggaran tersebut sangat disayangkan, pasalnya anggaran tersebut dinilai sangat minim untuk pembinaan atlet menuju PON XXI Aceh-Sumut.

“Sangat disayangkan jika atlet yang dapat prestasi di PON Papua lalu tidak dibentengi dengan pembinaan yang baik, wallahualam, pada PON SUMUT- Aceh yang akan datang, apakah atlet PON Jambi bisa mengulangi prestasinya lagi,” kata wakil ketua PRSI Provinsi Jambi Bidang Organisasi, Aidil Putra, Selasa (23/11).

Untuk diketahui, pada PON XXI Papua 2021, prestasi atlet Jambi cukup membanggakan, dengan perolehan 6 medali emas, 10 medali perak, dan 13 perunggu, menempatkan Jambi di peringkat 18 dari 34 provinsi. Peringkat ini naik dibandingkan dengan PON Jabar 2016 lalu, yakni berada di urutan 23.

Menurut Aidil, selain apresiasi bonus, hasil jerih payah atlet juga perlu dijaga dengan pembinaan jangka panjang. Hal ini agar atlet benar-benar merasa diperhatikan dan tidak goyah untuk melirik daerah lain.

“Hal ini bisa terjadi jika anggaran untuk pembinaan di setiap cabor pada KONI Jambi tidak dapat dipenuhi, ditambah lagi ada isu yang mengatakan, bahwa atlet Jambi peraih medali di PON Papua sudah dihubungi dan diminati oleh beberapa Provinsi lain. Hal ini bakal bisa terjadi jika Pemerintah Provinsi Jambi tidak dapat melakukan antisipasi sedini mungkin hal tersebut,” ujarnya.

Dikatakan Aidil, bahwa anggaran yang diajukan oleh KONI Provinsi Jambi sebesar 19 miliar tidak diindahkan dan tidak disetujui oleh Diskepora dan Pemprov Jambi, menandakan kerja sama yang kurang baik.

“Bisa menjadi fakta terbalik antara semangat dan wacana Gubernur Jambi untuk membangun sarana olahraga yang jika tidak ditunjang dengan pembinaan terhadap atlem, Maka Sport Center yang digaungkan oleh Pemprov bakal dihuni oleh para tuyul yang non prestasi, akan sia-sia.

“Untuk itu hendaknya Gubernur Jambi baiknya memanggil Diskepora dan KONI Provinsi Jambi untuk duduk bersama, membicarakan persoalan anggaran untuk mendukung para atlet dari beberapa cabor,” tandasnya (*)

Komentar Akun Facebook