ads

Jambiline.com, Jambi – Keributan terjadi di TPS 007, Desa Mendalo Indah, Kecamatan Jambi Luar Kota, Kabupaten Muarojambi, karena banyak warga yang kecewa tidak bisa menyalurkan hak suaranya pada PSU Gubernur dan Wakil Gubernur Jambi.

Menanggapi hal tersebut ketua KPU Muarojambi Elfi Prasatia menegaskan permasalahan yang terjadi memang ada pemilih yang tinggalnya di pemilihan setempat yakni di Desa Mendalo Indah namun karena pemekaran Desa yang terjadi di tahun 2012/2013 mengakibatkan administrasi mereka berubah, masuk ke desa Mendalo Indah yang awalnya desa mendalo darat.

“Yang kita lihat memang mereka tinggal disini, bukan karena kehendak mereka pindah dari Mendalo Darat ke Mendalo Indah tetapi karena ada kondisi tertentu yaitu kondisi pemekaran,” katanya, Kamis (27/5/2021).

Hal tersebut juga dipertegas oleh KPU RI kepada KPU Kabupaten/Kota, untuk kondisi seperti itu dapat memilih, yang tidak boleh memilih itu, yaitu mereka bukan tinggal di Desa Mendalo Indah sebelum pemekaran Desa.

“Itu dapat kita lakukan secara faktual, mereka memang tingal disini dan dibuktikan oleh keterangan dari pak kadus dan pak Kades mereka tinggal disini. Karena alasan pemekaran mereka masih mengunakan KTP mendalo darat tetapi secara defakto nya, KTP atau orang-orang yang berada di Mendalo Indah. Mereka tetap bisa memilih,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua RT 12 Desa Mendalo Indah Peri Anto mengatakan setelah mendapat kejelasan dan ketegasan dari pihak KPU Muarojambi, warganya akhirnya diperbolehkan mencoblos.

“Karena permasalahannya pemekaran desa, dan banyak KTP yang belum dirubah alamatnya. Pihak KPU juga sudah memperbolehkan mencoblos asal warga sebelum pemekaran tinggal di desa mendalo Indah yang sebelumnya mendalo darat. Kalau dilihat KTP tadi pada tahun 2012 boleh mencoblos. Diatas tahun itu tidak boleh mencoblos,” jelas Peri.

Untuk diketahui, sebelumnya puluhan warga desa Mendalo Indah tepatnya di RT 12, 13 dan 17 tidak bisa menyalurkan hak pilihnya karena mereka memiliki alamat KTP Mendalo Darat padahal mereka tinggal di Desa Mendalo Indah. Karena pemekaran Desa mereka belum sempat memperbaharui administrasinya. (Tri)

Komentar Akun Facebook