ads

Jambiline.com, Bungo – Kapolres Bungo AKBP M Lutfi menghadiri Rapat Konsolidasi dan Antisipasi Konflik Sosial, dalam rangka menyambut bulan suci Ramadan 1442H / 2021 M, bertempat di aula Kantor Camat Tanah Sepenggal, Kabupaten Bungo, Selasa (6/4/2021).

Dalam sambutan dan arahan, Kapolres Bungo merencanakan hal yang sama di kantor Bupati Bungo, terkait antisipasi aktivitas pasar beduk di Pasar Muara Bungo.

“Saat Jumling terdahulu di Dusun Candi, ada saran dari masyarakat untuk dibuat atau pasangkan polisi tidur atau gundukan dan hal tersebut diperbolehkan selagi untuk kebaikan akan tetapi dirapatkan bersama terlebih dahulu,” tegas Kapolres Bungo.

Setelah itu Kapolres menyebutkan bahwa kunci antisipasi itu terletak kepada pada orang tua, dengan cara memberikan edukasi tentang larangan balapan liar yang dapat membahayakan diri sendiri mau pun orang lain, yakni timbulnya kecelakaan.

“Kita tidak bisa menyerahkan dan menyalahkan pihak Kepolisian maupun TNI, semuanya kita berupaya mengambil langkah-langkah preventif untuk mencegah agar tidak ada lagi pemuda yang melakukan balap liar,” katanya.

“Apabila tidak dapat dicegah maka akan dilakukan langkah Refresif dengan penindakan oleh Pihak Kepolisian,” tambah Kapolres.

Kapolres juga mengatakan bahwa bulan Ramadhan ini merupakan bulan suci, di mana diwajibkan bagi umat Islam yang beriman untuk berpuasa.

Danramil Tanah Tumbuh Kapten Sugiyanto mewakili Dandim 0416/Bute dalam sambutannya mengharapkan kerja sama dengan datuk rio dan masyarakat Bungo.

“Beliau (Dandim-red) tidak bisa hadir, karena ada kegiatan kunjungan mendadak, oleh karena itu saya mewakilinya. Saya mengharapkan kerja sama kepada Datuk Rio untuk bersama-sama menyikapi masalah konflik sosial ini,” katanya.

Sementara itu, Rio Pasar Rantau Embacang M Ruslaini juga mengharapkan untuk kerja sama dengan pihak Kepolisian, Koramil dan Camat terutama permasalahan balap liar juga terjadi di dusun dan peredaran narkoba sudah marak.

Rio Dusun Empelu Jusriwan menyebut
Kenakalan remaja di lapangan bola kaki Dusun Empelu juga sudah sering ditegur dan pernah diamankan, kemudian telah beritahukan ke pada orang tuanya.

Rio Dusun Telentam M Isa mengeluhkan masalah PETI yang sudah meresahkan di Dusun Telentam untuk dapat dilakukan penindakan, karena sudah sering dilakukan imbauan oleh BKTM dan masyarakat, akan tetapi keesokan harinya mereka melakukan lagi.

Menangapi terkait maraknya PETI, Kapolres menjawab bahwa PETI susah dilakukan sosialisasi dan bagi yang bandel akan dilakukan tindakan pidana. Setelah itu apabila ada yang melakukan peredaran dan penggunaan narkoba untuk segera melaporkan ke pihak kepolisian. (Tka)

Komentar Akun Facebook