ads

Jambiline.com, Muarojambi – Entah apa yang ada dipikiran Sukirno (36) warga RT 11, Desa Talang Duku, Kecamatan Taman Rajo, Kabupaten Muarojambi, sampai tega menyetubihi anak kandungnya sebut saja Bunga (14) yang kala itu masih duduk di bangku Sekolah.

Awal mula kejadian sekitar tahun 2016 lalu. Bunga dalam keadaan tidur pules, tiba-tiba ayahnya masuk kedalam kamar dan langsung memaksa Bunga untuk membuka pakaian yang digunakannya itu. Sewaktu itu Bunga baru hari pertama masuk sekolah di Sekolah Menengah Pertama (SMP).

Selain itu rumah yang di tempati oleh korban dan anaknya hanya ada mereka berdua. Diketahui, Bunga yang mempunyai wajah yang cantik, ketika itulah juga nafsu bejat ayahnya langsung naik hingga menyetubuhi Bunga.

Bukan itu saja ayahnya juga memperkosa Bunga selama dua tahun lamanya tanpa ada yang mengetahui. pada 5 Oktober 2018 lalu, sekitar pukul 01.00 WIB dini hari ayahnya masih memperkosa Bunga diatas tikar plastik yang berada di dalam rumahnya.

Korban Merasa tidak sanggup lagi, akhirnya Bunga bercerita kepada kakeknya atas perlakuan ayahnya selama ini yang tidak diketahui siapa-siapa.

Dikatakan Kasat Reskrim Polres Muarojambi, AKP Afrito Marbaro Macan mengatakan bahwa pada 7 Oktober 2018 lalu, kakek Bunga melaporkan kejadian ini. Dengan cepat, anggota langsung mendatangkan rumah korban, karena korban dan pelaku masih satu rumah. Saat itu juga anggota langsung menangkap pelaku.

“Karena pelaku dengan korban masih satu rumah jadi kita langsung tangkap pelaku,” kata AKP Afrito Marbaro Macan.

Ditambahkan Afrito, bahwa ayah Bunga ini juga sering melakukan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) terhadap istrinya sendiri. Maka dari itu, ibu kandung Bunga sering tidak berada di rumah. Jadi, ayahnya seenaknya saja memperlakukan Bunga selama dua tahun itu.

“Ayah dan ibu Bunga ini sudah lama tidak akur. Karena ayah Bunga sering melakukan KDRT. Baru 2 Minggu belakangan ini mereka pisah,” ujarnya.

Selain itu, barang bukti yang telah diamankan berupa satu lembar tikar plastik warna merah, untuk alas pelaku meniduri anaknya. Dan satu helai sarung yang digunakan pelaku saat melakukan persetubuhan.

Sementara, atas perbuatan pelaku di jerat dengan UU RI Nomor 23 tahun 2002 Perlindungan anak Junto Pasal 64 KUHP ancaman minimal 5 tahun dan maksimal 15 tahun ditambah sepertiga, karena melakukan kepada anak kandung, maka ditambah menjadi 20 tahun kurungan penjara. (Nda)

Komentar Akun Facebook