ads

Jambiline.com, Jambi – Warga Kota Jambi mengapresiasi kinerja Polri terutama penyidik Satreskrim Polresta Jambi yang telah berhasil mengungkap kasus pembunuhan yang terjadi di Kelurahan Bagan Pete, Kecamatan Alam Barajo, Kota Jambi beberapa waktu lalu.

Ritonga selaku paman Korban pembunuhan tersebut mengucapkan kepada penyidik Satreskrim Polresta Jambi yang telah berhasil mengungkap kasus pembunuhan tersebut.

“Terima kasih banyak kepada bapak polisi yang telah berhasil mengungkap pelaku pembunuhan Itu. Dan kami meminta kepada pak Polisi agar dihukum dengan seadil adilnya,” katanya, Selasa (8/6/2021).

Untuk diketahui, Tim gabungan Resmob Ditreskrimum Polda Jambi, Tekab Rangkayo Hitam Polresta Jambi, Polsek Kota Baru, Sultan Polres Tebo, Polsek Tabir dan Polsek Tebo Ilir telah berhasil mengamankan pasangan suami istri yang merupakan pelaku pembunuhan karyawan koperasi.

Pasangan suami istri pelaku pembunuhan yang diamankan tersebut yakni Heriyanto (36) warga Jalan Lintas Timur rt. 08 Kecamatan Sekernan Kelurahan Sengeti Kabupaten Muaro Jambi Dan Pini Pondriani (26) warga Paal 10 Kenali Asam Bawah Kecamatan Kota Baru.

Kapolresta Jambi Kombes Pol Dover Christian didampingi Kasat Reskrim Kompol Andreas mengatakan bahwa kedua pelaku tersebut melakukan aksi pembunuhan terhadap korbannya pada hari Senin (24/4) sekitar pukul 09.30 WIB di kawasan Jalan Sayuti Penerangan Kelurahan Bagan Pete Kecamatan Alam Barajo.

“Korban atas nama Tigor Tahtah Negara Nainggolan, korban mengalami luka tusuk yang dilakukan oleh kedua pelaku sehingga korban meninggal dunia” Ujar Kapolresta Jambi Kombes Pol Dover Christian, beberapa waktu lalu.

Lanjut Kombes Pol Dover mengatakan bahwa setelah melakukan aksi pembunuhan pasangan suami istri tersebut melarikan diri ke dalam hutan yang berada di Kabupaten Tebo.

Pasangan Suami Istri ini tadi malam sekitar pukul 19.30 WIB ditangkap Tim gabungan di dalam Hutan di kawasan Kelurahan Teluk Rendah Pasar Kecamatan Tebo ilir.

Dalam aksi penangkapan terhadap pelaku pembunuhan yang bersembunyi di dalam hutan tersebut Tim gabungan harus melewati medan jalan yang extrem dan terjal.

“Menuju lokasi hutan harus berjalan kaki selama 4 jam, dan Tim gabungan untuk masuk ke dalam harus menumpangi mobil sawit warga agar tidak diketahui oleh pelaku,” tutupnya.

Atas perbuatannya pasutri tersebut dikenakan Pasal 340 KUHPidana Jo Pasal 338 KUHPidana dengan maksimal hukuman mati atau penjara seumur hidup. (Tri)

Komentar Akun Facebook