Ilustrasi Pencabulan Anakn di Bawah Umur/ Doc.Net

Jambiline.com, Sarolangun– Entah apa yang ada di pikiran MA (37), warga Kecamatan Sarolangun, Kabupaten Sarolangun hingga tega mencabuli Bunga (19) (nama samaran) yang merupakan darah dagingnya sendiri. Tak tanggung-tanggung aksi bejat yang dilakukan MA terhadap anak kandungnya tersebut sudah terjadi beberapa kali semenjak sang anak duduk di bangku Sekolah Dasar (SD) hingga bulan April 2020 yang lalu.

Kapolres Sarolangun, AKBP Sugeng Wahyudiyono, melalui Kasat Reskrim AKP Bagus Varia, mengatakan, pengungkapan kasus persetubuhan yang dilakukan MA bermula pada tanggal 02 Oktober 2020, setelah MH (Adik Ibu korban) mengetahui bahwa Bunga telah disetubuhi selama betahun-tahun oleh MA ayah kandungnya sendiri.

Untuk memastikan hal tersebut, korban akhirnya dipanggil untuk menceritakan kejadian yang sebenarnya, didepan MH korban mengaku bahwa dirinya telah dicabuli ayah kandungnya semenjak dirinya duduk dikelas V Sd hingga terakhir kali dirinya digauli oleh ayahnya itu pada bulan April 2020. Korban juga mengakui bahwa setiap kali Tersangka hendak melakukan Pencabulan dan Persetubuhan terhadap Korban, Terlapor mengancam Korban dengan menggunakan sebilah Pisau sambil berkata “JANGAN MELAWAN KAU, KUBUNUH KAU KALAU MELAWAN”.

“Dan pada hari Minggu tanggal 04 Oktober 2020 sekira pukul 23.00 WIB, masyarakat Desa Bernai  Kec. Sarolangun Kab. Sarolangun akhirnya membawa Pelaku datang ke Polres Sarolangun ke Unit PPA Sat Reskrim untuk melaporkan dugaan tindak pidana Pencabulan dan Persetubuhan yang dilakukan Pelaku terhadap Korban. Kemudian pelaku diamankan di Polres Sarolangun untuk diperiksa dan dimintai keterangan,” katanya Senin malam, (05/10/2020).

Kasat Reskrim AKP Bagus Varia juga menjelaskan, Setiap orang dilarang melakukan kekerasan atau ancaman kekerasan memaksa melakukan persetubuhan dengannya atau orang lain yang dilakukan oleh orang tua atau wali dan atau Setiap orang yang melakukan kekerasan atau ancaman kekerasan, memaksa, melakukan tipu muslihat serangkaian kebohongan, atau membujuk anak untuk melakukan atau membiarkan dilakukan perbuatan cabul yang dilakukan oleh orang tua atau wali ”, sebagaimana dimaksud dalam Pasal 81 ayat (1),(3) Jo Pasal 76D dan atau Pasal 82 ayat (1),(2) Pasal 76E UU RI No. 35 tahun 2014 tentang perubahan atas UU RI No. 23 tahun 2002 tentang Perpu No 1 tahun 2016 tentang perubahan ke-2 atas UU RI No 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

“Untuk saat ini pelaku sudah kita amankan, pelaku terancaman hukuman pidana penjara paling lama 15 tahun dan denda paling banyak 5 milyar rupiah,” jelasnya.(hendri)

Komentar Akun Facebook