Relawan ACT Jambi Memandu Salah Satu Siswi SMK Menyemprotkan Cairan NaCL ke Dalam Hidung.
ads

Jambiline.com, Jambi – Organisasi kemanusiaan Aksi Cepat Tanggap (ACT) Jambi saat ini tengah gencar menggelar berbagai kegiatan sosial di Provinsi Jambi, terlebih pada kondisi Kebakaran hutan dan Lahan (Karhutla) yang tengah melanda sejumlah wilayah di Provinsi Jambi. ACT turun langsung menyalurkan bantuan ke masyarakat yang terdampak.

Selain menyalurkan bantuan, ACT juga gencar melaksanakan kegiatan sosialisasi cuci hidung baik di lingkungan masyarakat hingga ke Instansi Sekolah. Kegiatan tersebut dilakukan sebagai langkah preventif dari dampak bahaya debu dan asap karhutla.

“ACT di Jambi terus mensupport kegiatan masyarakat di Jambi sekecil apapun itu, seperti dampak kabut asap, salah satunya dengan melakukan cuci bersih hidung, “ kata Partnership ACT Jambi, Panca Jaya Prihansyah, (07/10).

Disampaikannya, sosialisasi cuci hidung  pertama kali dilakukan di daerah paling parah terdampak karhutla yakni desa Puding, Kecamatan Kumpeh Ilir, Kabupaten Muaro Jambi.

“Pertama kita lakukan di Desa Puding, kemudian dilanjutkan di wilayah seberang Kota Jambi, dan SMK Fania Salsabila, Kota Jambi,” sebutnya.

Jaya menjelaskan, cairan yang digunakan untuk mencuci hidung yakni cairan NaCL yang mengandung natrium dan clorida atau sejenis cairan garam. Cairan tersembut disemprotkan ke dalam lubang hidung menggunakan Spuit (Alat suntik).

“Misalkan dimulai dengan lubang hidung sebelah kanan, maka kepala sedikit merunduk lalu miringkan ke kiri, jangan bernafas, lalu semprotkan secara perlahan cairan NaCL ke dalam hidung nanti dia akan keluar di hidung sebelah kiri, kemudian lakukan hal serupa di lubang hidung yang sebelah kirii,” jelasnya.

Diharapkan dengan upaya tersebut dapat mengurangi resiko bahaya dari dampak debu dan asap karhutla. Di samping itu melalui kegiatan tersebut kata Jaya, dapat mengedukasi masyarakat bagaimana cara mencuci hidung.

“Debu atau asap yang bertebaran itu tidak bisa dianggap enteng itu bisa berbahaya, bisa masuk ke dalam hidung dan paru-paru, jadi melalui cuci hidung ini setidaknya kita bisa mencegah penyakit yang timbul akibat dampak karhutla ini, dan kita harapkan mereka yang mengikuti kegiatan cuci hidung ini nantinya  bisa melakukannya sendiri,” harapnya.

Jaya mengatakan, kegiatan cuci hidung akan terus dilakukan, terlebih terhadap anak-anak sekolah.

“Kita bersama teman-teman relawan yang lain bagi-bagi tugas ada yang di daerah juga terus melakukan kegiatan ini, dan untuk di Kota Jambi akan kita lakukan di SMP 6, itu pada hari Jum’at  10 Oktober 2019,” pungkasnya. (Chun)

Komentar Akun Facebook