Polda Jambi Tetapkan Kontraktor Edy Manto Tersangka
ads

Jambiline.com, Jambi – Ditreskrimum Polda Jambi saat ini sedang menangani kasus dugaan pencurian buah sawit milik PT. Produk Sawitindo Jambi (PSJ) yang merupakan anak perusahaan Makin Grup, yang dilakukan oleh pengurus Koperasi Serba Usaha Pelang Jaya (KSUPJ) yang berlokasi afdeling VI Kebun Taman Raja, Kecamatan Tungkal Ulu, Kabupaten Tanjungjabung Barat.

Direskrimum Polda Jambi Kombes Pol Kaswandi mengatakan pihaknya telah menerima laporan dari perusahaan perkebunan yakni PT. PSJ pada November tahun lalu, di perkebunan milik perusahaan tersebut diportal oleh orang dan dilakukan pemanenan buah sawit milik perusahaan secara ilegal.

“Pihak peruhasaan melaporkan ke kita terkait dengan pencurian. awalnya pencurian buah sawit karena itu masuk di dalam HGU PT . PSJ, dan kita tindak lanjuti, kita proses lidik kemudiam kita tingkatkan dan menemukan ada indikator dan ada bukti terjadinya pidana. Kemudian kita naikan sidik,” jelasnya, Selasa (6/4/2021).

Pihak Ditreskrimum juga sudah memeriksa beberapa saksi, dan juga telah mengecek ke Tempat Kejadian Perkara (TKP). Tidak hanya itu pihaknya juga sudah memeriksa saksi ahli, sehingga mempunyai minimal dua alat bukti yang sudah terpenuhi.

“Kita menetapkan 3 orang tersangka, jadi kegiatan pencurian sawit di lahan Pt tersebut hasil penyidikan dan lidik kita itu mengarah kepada pengurus koperasi Pelang Jaya yang ada ditungkal Ulu Kabupaten Tanjab Barat,” jelasnya.

Ada beberapa orang yang telah diperiksa, dan pihak Ditreskrimum juga telah menetapkan 3 orang sebagai tersangka.

“Kita sudah gelarkan dan sudah kita tetapkan sebagai tersangka. Tiga orang ini sudah kita tahan di rutan Polda Jambi,” jelasnya.

Ketiga tersangka tersebut yakni pertama inisial A yang merupakan wakil ketua Koperasi Pelang Jaya, Kedua S sebagai Sekretaris Koperasi Pelang Jaya, dan M adalah bendahara Koperasi Pelang Jaya. “Kerugian yang dihitung oleh perusahaan ditafsir sekitar Rp 200 juta lebih,” katanya lagi.

Dirinya menjelaskan, pencurian tandan buah sawit tersebut ada mencatut nama salah satu anggota DPRD Tanjab Barat, yang saat ini sedang di proses Ditreskrimum Polda Jambi.

“Memang ada informasi seperti itu, itu pasti akan kita dalami. Jadi kita akan melakukan pemanggilan kepada yang bersangkutan sebagai ketua koperasi saudara BA, dan termasuk salah satu anggota DPRD Kabupaten Tanjabbar, kita juga melalui proses prosedur juga untuk memangilnya,” jelasnya.

“Ini kita panggil sebagai saksi terlebih dahulu, tetapi harus meminta izin Gubernur Jambi untuk dimintai keterangannya,” tutupnya.

Sementara itu, Humas PT Produk Sawitindo Jambi merupakan anak perusahaan Makin Grup, Anas Suwito saat dihubungi, membenarkan pihaknya telah melaporkan ketua dan sejumlah pengurus koperasi mitra Produk Sawitindo tersebut ke Polda Jambi pada 22 Februari lalu atas dugaan pencurian Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit dilahan milik perusahaan.

Atas kejadian itu, pihak perusahaan mengalami kerugian sebesar 100 ton lebih buah sawit atau senilai Rp292 juta selama empat hari pada November 2020 lalu.

Kasus itu bermula pada 3 November 2020, dimana pengurus KSUPJ yang dipimpin terlapor BA yang saat ini juga sebagai anggota DPRD Kabupaten Tanjab Barat, mendatangi areal kebun inti perusahaan Grup Makin dan kebun koperasi dengan tujuan membawa hasil panen TBS untuk dijual ke pengurus KSUPJ.

Atas tindakan tersebut, pihak perusahaan melalui manajer kebun mengatakan bahwa pengelolaan kebun koperasi adalah tanggunjawab perusahaan dan untuk hasil kebun inti mutlak hal milik perusahaan.

Dengan tekanan dari pengurus KSUPJ pada pukul 16.00 WIB, hasil panen dibawa pengurus KSUPJ dan mereka juga bertindak atau didugaan telah melakukan pencurian buah sawit selama empat hari dilahan inti perkebunan yang bukan hak mereka dengan maksud mendapatkan keuntungan.

Dalam aksi dugaan pencurian buah sawit tersebut, para terlapor menggunakan enam unit mobil truk untuk mengangkut sawit hasil curiannya yang dijual keluar dari pabrik perusahaan dengan tujuan mendapatkan keuntungan.

Berdasarkan laporan tersebut, terlapor BA dan kawan kawan dikenakan pasal 362 KUHPidana dengan ancaman maksimal tujuh tahun penjara. (Tri)

Komentar Akun Facebook