ads

Batanghari – Target uji pengujian berkala kendaraan bermotor (KIR) di Dinas Perhubungan (Dishub) Batanghari, dikeluhkan. Pasalnya, dalam pengujian KIR ini, pihak Dishub tidak memiliki penunjang seperti operasional kendaraan untuk menguji KIR dilapangan.

” Ya, padahal di dalam uji KIR ini merupakan penopang PAD kita. Akan tetapi pada setiap tahunnya target pendapatan dalam bidang uji KIR ini tidak capai target,” kata Ahmad Sobri, penguji kendaraan bermotor Dishub Batanghari.

Ia mengatakan, dalam pengujian KIR ini pihak Dishub merasa bersalah dari tidak tercapainya target pendapatan pada setiap tahunnya. Dalam target pendapatan yang ditargetkan hanya sebesar Rp200 juta pertahun.

” Bagaimana kita mencari target sebanyak ini, sedangkan kita tidak ada operasional untuk bekerja. Kebanyakan kita duduk di kantor saja, hal ini juga termasuk lemahnya sosialisasi kepada pengendara yang merupakan warga Batanghari,” ujarnya.

Dalam pengujian KIR ini sudah diatur di dalam Peraturan Daerah (Perda) Batanghari dan sebelumnya pihak DPRD Batanghari juga meminta untuk memaksimalkan fungsi KIR untuk mendongkrak PAD.

Ia juga mengeluhkan terhadap kebijakan dalam pencapaian target pada KIR di Dishub Batanghari ini. Selain itu, di dalam Perda uji KIR kepada kendaraan roda empat, enam dan sepuluh harus dilaksanaksan, termasuk uji KIR mobil dinas Pemkab Batanghari.

” Sebenarnya Mobil Dinas Pemkab juga belum dilakukan uji KIR, bagaimana dengan uji KIR kendaraan swasta dan juga kendaraan perusahaan,” ujarnya.(RAS)

Komentar Akun Facebook