Direktur Utama RSUD Raden Mattaher, Iwan Hendrawan.
ads

Jambiline.com, Jambi – Direktur Utama Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Raden Mattaher, Iwan Hendrawan menilai kenaikan tarif rekening pembayaran air minum di RSUD Raden Mattaher pada Maret 2019 tidak wajar.

Pasalnya kenaikan tarif PDAM pada bulan tersebut cukup signifikan dibanding bulan sebelumnya.

“Bulan Februari berada di angka Rp.116 juta. Sedangkan untuk bulan Maret Rp.411 juta. Artinya sekitar 400 persen kenaikannya,” Jelas Iwan, Rabu (13/3/19).

Mengetahui tagihan sebesar itu, Dirinya mengaku terkejut dan mempertanyakan perhitungan komersil atau sosial yang dipakai oleh PDAM Tirta Mayang terhadap RSUD Raden Mattaher Jambi.

“RSUD Raden Mattaher ini yang pakai masyarakat artinya dalam kategori sosial,” jelas Iwan.

Dirinya meminta kepada pihak PDAM Tirta Mayang agar meninjau ulang dan meneliti serta mempertimbangkan yang mana kategori sosial, komersil dan rumah tangga.

“Dalam waktu dekat, pihak RSUD akan melayangkan surat ke PDAM dan Walikota dan ditembuskan ke Gubernur Jambi tentang tarif pembayaran,” kata Iwan.

Sementara itu, menanggapi keluhan Dirut RSUD Raden Mattaher, Direktur Utama Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Mayang Kota Jambi, Erwin mengatakan dirinya belum mengetahui jumlah pembayaran air di RSUD Raden Mattaher Jambi, hanya saja untuk penggunaan air mencapai 20.553 M3.

Lanjut Erwin, RSUD raden Mattaher Jambi merupakan rumah sakit tipe B, jadi sistem penghitungannya menggunakan sistem BLUD.  “RSUD Mattaher tipe B tidak masuk golongan sosial, yang sosial itu puskesmas. RSUD itu BLUD,”  jelas Erwin.

Dirinya juga berpesan kepada para pelangan, apabila keberatan dapat mengajukan koreksi golongan atau mengajukan tarif berdasarkan kesepakatan.

“Kalau pelanggan keberatan dapat mengajukan koreksi golongan atau mengajukan tarif berdasarkan kesepakatan, yang dihitung rata- rata tanpa ada kenaikan progresif,” tutup Erwin. (Tri)

Komentar Akun Facebook