Jambiline.com – Selama masa Pilkada, Badan Pengawas Pemilu (Bawalsu) Batanghari kerab menerima laporan dugaan pelanggaran yang dilakukan kalau Pasangan Calon Palson.  Hari ini, Selasa (13/10/2020) setelah menerima laporan dari Tim Fadhil-Bakhtiar beberapa hari lalu.  Bawalsu Batanghari memanggil saksi Pelapor Robert Panggabean,

Usman Yusuf , dan saksi pada saat kejadian dilapangan, Muhammad Topik atas dugaan pelanggar oleh Calon Bupati Batanghari,  Yunninta Asmara.

Menurut Robert, selaku pelapor dirinya dimintai keterangan dari pihak Bawalsu kronologis kejadian pada saat Calon Bupati Batanghari Yunninta Asmara di Kelurahan Kembang Paseban,  Kecamatan Mersam beberapa hari lalu.

“Saya ditanyai proses keterangan, apa yang dilihat, apa yang didengar sesuai berdasarkan informasi saksi-saksi sama barang bukti yang telah diserahkan ke Bawalsu, yang mana Calon Bupati Batanghari, Yunninta Asmara melihat perangkat desa dalam acara kampaye.” Ungkapnya.

Atas laporan itu,  kata Robert, minta pihak Bawalsu Batanghari bekerja profesional sesuai dengan tugasnya. Dan agar diproses secara undang-undang yang berlaku di negara ini.  ” Sesuai pasal 189, Calon Calon Bupati, dan Calon Wakil Bupati dilarang melibatkan perangkat desa.  Ini harus diproses secara hukum berlaku,” Tegasnya.

Sementara Topik saat dikonfirmasi juga menyebutkan, dirinya ditanya oleh tim Bawalsu kegiatan Palson nomor urut 1 di Posko Kembang Paseban, Kecamatan Mersam terkait keterlibatan perangkat desa dalam kegiatan tersebut.

“Bawaslu bertanya nama pejabat desa,  saya sebut namanya Anuar yang juga ikut berfoto bersama ibu Yunninta Asmara dengan mengacung satu jari. Dan saat itu saya juga ikut, lalu Anuar ngajak acungkan satu jari,  saya ikut juga satu jari bersama ibu Yunninta Asmara.” Jelas Muhammad yang juga merupakan warga Kecamatan Mersam.

Muhammad Topik juga menyebutkan, pada saat acara foto bersama Yunninta Asmara juga ada spanduk gambar Yunninta-Mahdan.

“Yang saya lihat di posko tempat berfoto ada spanduk Yunninta-Mahdan.” Jelasnya.

Terkait hal ini, Ketua Bawalsu Batanghari, Indra Tritusian S.Pd.l mengatakan, jika memenuhi unsur setelah dalam kajian, kasus ini akan dilimpahkan pihak kepolisian langsung. ” Tergantung hasil kajian dari kawan-kawan Gakumdu.” Sebutnya.

Indra juga menjelaskan,  semua akan diperlakukan sama,  baik pelapor maupun terlapor. Dan tidak ada yang spesial.  ” Semua kita perlakukan sama.” Ujarnya.

Komentar Akun Facebook