ads

Jambiline.com, Jambi – Sebagai bentuk mendukung produk Usaha Kecil Menengah (UKM) khususnya para nelayan dan petani, Bea Cukai Jambi bekerjasama dengan Stasiun Karantina Ikan, Pengendalian Mutu, dan Keamanan Hasil Perikanan Jambi serta Badan Karantina Pertanian Jambi telah melaksanakan kegiatan Pelatihan Prosedur Ekspor Menuju Pasar Global di Kantor Bantu Pelayanan Bea dan Cukai Kuala Tungkal, Sabtu (10/4/2021).

Kegiatan dihadiri oleh beberapa pengguna jasa di Kuala Tungkal dan perwakilan dari Desa Tungkal I. Tak lupa, Ketua DPC Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) juga memberikan apresiasi terhadap kegiatan yang diselenggarakan oleh Bea Cukai Jambi khususnya untuk masyarakat di daerah Kuala Tungkal, Tanjung Jabung Barat.

“Seperti yang kita ketahui, salah satu program pemerintah khususnya di masa pandemi ini adalah Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN). Bea Cukai salah satunya berperan melalui program klinik ekspor, yaitu asistensi untuk masyarakat dalam bentuk peningkatan kualitas produk dan juga penjelasan terkait tatalaksana ekspor menuju pasar global,” kata Kepala Seksi Penindakan dan Penyidikan Bea Cukai Jambi Heri Sustanto.

“Dengan adanya kegiatan temu wicara seperti ini, meski di tengah pandemi kami memberikan dukungan penjelasan terkait ekspor kepada masyarakat Kuala Tungkal,” tambahnya.

Pada kesempatan tersebut, materi yang dibahas pada pertemuan perdana ini diantaranya terkait persyaratan dalam rangka percepatan ekspor produk perikanan yang disampaikan oleh Ibu Meliya Bahnan dari Stasiun Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan Jambi.

Kemudian, peran karantina pertanian dalam mendukung ekspor komoditas pertanian melalui gerakan tiga kali lipat ekspor yang disampaikan oleh Ibu Anita dari Balai Karantina Pertanian. Dan materi penutup terkait tatalaksana kepabeanan di bidang ekspor yang disampaikan oleh Leonardo Samosir, Seksi Pelayanan Kepabeanan dan Cukai Bea Cukai Jambi. (Tri)

Komentar Akun Facebook