ads

Jambiline.com, Muaro Jambi – Gubernur Jambi, Fachrori Umar meninjau langsung lokasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di areal PT Bara Eka Prima (BEP), di Desa Puding, dan PT Pesona Belantara Persada Kecamatan Kumpeh Ilir, Kabupaten Muaro Jambi, Jumat (20/9).

Pada peninjauan lokasi di Divisi V Puding PT Bara Eka Prima, gubernur disambut oleh Bupati Muaro Jambi, Masnah Busro dan Direktur Keuangan PT Bara Eka Prima Jackson Yap Sue.

Dalam perjalanan ke lokasi peninjauan, Fachrori menyempatkan membagikan masker kepada murid-murid SDN 44/IX Bangso, Teluk Raya yang terlihat berjalan kaki sepulang sekolah tanpa menggunakan masker.

Berdasarkan pantauan di lapangan terlihat TNI/Polri, BPBD, dan dan tim terpadu berjuang keras memadamkan api dan terus mengerahkan alat berat untuk membuat jalan sekat bakar agar kebakaran lahan gambut tidak semakin meluas.

Gubernur Jambi bersama Bupati Muaro Jambi menyempatkan membantu memadamkan api bersama tim terpadu.

Dalam sesi wawancara, Fachrori menyatakan bahwa kehadirannya di tempat ini untuk melihat langsung kondisi di lapangan, terutama dampaknya bagi masyarakat.

“Kita hadir di tempat ini, di areal PT Bara Eka Prima dan PT Pesona Belantara Persada Kabupaten Muaro Jambi. Kita mengharapkan seluruh pihak terkait dan masyarakat untuk membantu dan terlibat dalam pencegahan terjadinya Karhutla. Kami telah memantau dari udara, tidak terlalu terlihat tetapi ketika kita berada di lapangan kita melihat kondisi nyata. Kita berharap segera datang hujan,” ujar Fachrori.

Fachrori mengatakan, pemerintah telah melakukan beberapa upaya, termasuk juga sholat untuk meminta hujan. “Kita akan mengumpulkan perusahaan-perusahaan untuk saling bertemu mencari solusi, dan agar kejadian ini tidak terjadi lagi, kita harus bekerja dan bersinergi untuk mencegah hal ini. Kita libatkan semua pihak mulai dari perusahaaan, bupati, wali kota, camat, lurah sampai ke tingkat desa. Kita harus bersinergi untuk mengatasi permasalahan ini, karena sangat merugikan semua pihak terutama masyarakat” jelas Fachrori.

Fachrori menegaskan, pemerintah tetap berkomitmen mengatasi karhutla seperti dalam kesepakatan bersama tentang komitmen penanggulangan karhutla, yang ditandatangani oleh Gubernur Jambi bersama 9 bupati, 2 wali kota dan disaksikan oleh 5 anggota Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).

Selain itu, Fachrori meminta tiga hal dalam penanganan karhutla, yaitu: Pertama, Meminta bupati beserta semua jajarannya dan dunia usaha untuk mengerahkan semua sumber daya untuk melakukan upaya penanggulangan karhutla. Kedua, Meminta kepada Pertamina agar dapat membantu mobilisasi dan menjamin ketersediaan BBM bagi alat berat dan mesin pemadaman karhutla. Ketiga, Meminta Pertamina bisa menyediakan BBM untuk helikopter di heli pada dekat daerah terbakar.

Sementara itu, Bupati Muaro Jambi Masnah Busro berharap ke depan karhutla tidak akan terjadi lagi karena sangat merugikan masyarakat dan mengimbau semua masyarakat dan perusahaan untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar. (*/Tri)

Komentar Akun Facebook