Kepala Badan Keungan Daerah (Bakeuda) Batanghari, M. Azan

Jambiline.com, Batanghari – Pemerintah Kabupaten Batanghari hingga saat ini belum memiliki bukti-bukti yang kuat terhadap kepemilikan tanah atas bangunan rumah milik calon Bupati Batanghari M. Fadhil Arief, yang saat ini tengah heboh disebut menyerobot tanah milik Pemerintah.

Hal tersebut disampaikan langsung oleh Kepala Badan Keungan Daerah (Bakeuda) Batanghari, M. Azan. Ia mengatakan saat ini pihaknya belum dapat menemukan bukti-bukti dan data pendukung terhadap kepemilikan tanah tersebut.

“Kita belum punya bukti-bukti pendukung lainnya saat ini yang menyatakan itu tanah milik Pemkab Batanghari, itu yang saat ini sedang kita cari,” katanya, Kamis (5/11/2020).

Selain mencari bukti pendukung lainnya, kata Azan, pihaknya juga akan berkoordinasi dengan pejabat-pejabat bagian aset terdahulu yang mengetahui persoalan tersebut.

“Kalau menurut tahun kejadian berdasarkan SK 799 tersebut pada Tahun 2012. Maka dari itu kita akan memanggil pejabat aset di tahun itu,” ujarnya.

Disinggung soal tanah tersebut apakah terigistrasi atau tercatat pada Kartu Inventaris Barang (KIB A), Azan menyebutkan, pihaknya tidak menemukan data tanah tersebut di Kartu Inventaris Barang (KIB A).

“Inilah yang saat ini sedang kita cari, dimano teselipnyo, dimano susutnyo, di mano teimpitnyo. Mungkin di tempat lain tecatat, mungkin disitu dak tecatat,” tuturnya.

“Data itu yang dak ado samo kami saat ini,” tambahnya.

Dilanjutkan Azan, pihaknya saat ini sedang mengumpulkan bukti-bukti pendukung terkait legal tidak legalnya tanah tersebut sebagai milik Pemerintah Daerah Kabupaten Batanghari.

“Kita juga bersama pimpinan dalam hal ini Pak Sekda, ke bagian hukum terkait keabsahan SK 799 di Bagian Hukum terkait pengeluaran SK tersebut untuk disinkronkan dengan bukti-bukti lainnya,” pungkasnya.(Jep)

Komentar Akun Facebook