ads

Jambiline.com, Jambi – Balai Karantina Ikan dan Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM) Jambi telah menerima sebanyak 14 ekor ikan predator yang diserahkan oleh pemilik ikan.

Hasil tersebut diterima setelah BKIPM melakukan sosialisasi pelarangan memelihara ikan invasif atau ikan berbahaya di Kota Jambi pekan lalu.

Kepala BKIPM Jambi Ade Samsudin didampingi Kasi Humas, Sukarni, Rabu (11/7) mengatakan Ke 14 ikan berbahaya tersebut, yakni ikan predator jenis aligator.

Menurutnya, pemilik ikan tersebut mengaku mengetahui ikan yang dipeliharanya berbahaya dari banyaknya pemberitaan dari media online, cetak maupun elektronik.

“Setelah ada sosialisasi dan pemberitaan akan bahaya dan larangan pelihara ikan aligator dan sejenisnya akhirnya mereka bersedia menyerahkannya ke pihak BKIPM Jambi,” katanya.

Alasan mereka menyerahkan ikan kesayangannya itu, selain sudah menyadari bahwa ikan itu berbahaya bagi kelestarian sumberdaya ikan asli Indonesia dan alasan lainnya. “Mereka tidak mampu memberi pakan lagi dan tidak memiliki tempat pemeliharaan yang memadai,” jelas Ade.

Lanjut Ade, ada warga yang bernama Sutrisno yang menghubungi pihak BKIPM Jambi dan menyerahkan ikan Predator, yang selama satu tahun terakhir diperliharanya di dalam sumur tua dekat rumahnya.

“Ikan yang diserahkan warga Kasang, Jambi Timur tersebut, satu ekor ikan aligator dengan panjang 80 cm dan berat 4,5 kg,” ujarnya.

Ade berharap, adanya kesadaran masyarakat untuk menyerahkan sendiri ikan yang dilarang dipelihara tersebut. (Tri)

Komentar Akun Facebook